PERSEROAN TERBATAS : ORGANISASI DAN TRANSAKSI MODAL SAHAM
I.
DEFINISI
PERSEROAN TERBATAS
Perseroan Terbatas
(corporation) adalah entitas yang
terpisah dan berbeda dengan pemiliknya.
Bentuk organisasi
Perseroan Terbatas dibagi 2, yaitu:
1. Berdasarkan tujuan:
memperoleh laba / tidak memperoleh laba.
Perseroan terbatas yang bertujuan
untuk memperoleh laba contohnya, Mc.Donalds, Pepsi Co., Apple Computer.
Perseroan yang bertujuan tidak untuk memperoleh laba contohnya, lembaga
kesehatan, badan amal, badan pendidikan.
2. Berdasarkan Kepemilikan:
dimiliki oleh publik / dimiliki oleh kalangan terbatas.
Perseroan terbatas yang dimiliki
oleh publik contohnya, IBM, Intel, Caterpillar inc. Perseroan terbatas yang
dimilik oleh kalangan terbatas contohnya, Cargill inc.
II.
KARAKTERISTIK
PERSEROAN TERBATAS
a)
Adanya
pemisahan secara hukum
Sebagai entitas
yang terpisah secara hukum dengan pemiliknya, perusahaan akan bertindak sebagai
dirinya sendiri dan bukan sebagai nama pemiliknya
b)
Kewajiban
terbatas dari pemegang saham
Tanggung jawab
pemegang saham secara normal hanya sebatas jumlah investasi yang mereka
tanamkan pada perseroan. Kreditor tidak memiliki hak untuk mengklaim asset
pribadi dari pemegang saham kecuali telah terjadi kecurangan.
c)
Hak
kepemilikan dapat dipindah tangankan
Pemegang saham
dapat menjual sebagian atau seluruh hak kepemilikan yang dimilikinya dalam
perseroan dan membutuhkan persetujuan dari sekutu yang lain. Sebaliknya
pemindahan saham seluruhnya merupakan hak pemegang saham mereka tidak
membutuhkan persetujuan dari pemegang saham yang lain atau dari perseroannya.
d)
Kemampuan
memperoleh modal
Penerbitan saham
merupakan cara yang sangat mudah untuk memperoleh tambahan modal bagi perseroan
terbatas. Membeli saham perseroan adalah tawaran yang menarik bagi investor
karena pemegang saham memiliki kewajiban terbatas dan setiap lembar saham
sangat mudah untuk dipindahtangankan.
e)
Umur
yang tidak terbatas
Umur perseroan
terbatas dimulai pada saat dibuat akta pendirian. Masa operasional dapat tidak
terbatas atau hanya terbatas untuk beberapa tahun saja. Oleh karena perseroan
terbatas merupakan entitas hukum yang terpisah, maka kelangsungan hidup
perseroan tidak dipengaruhi oleh adanya pihak yang keluar, partner yang wafat,
atau tidak cukupnnya pemegang saham.
f)
Management
perseroan terbatas
Seperti diford
motor company, pemegang saham secara hukum adalah pemilik perusahaan. Namun,
mereka mengelola perusahaan secara tidak langsung melalui dewan direksi yang
mereka pilih. Dewan ini menyusun kebijakan operasional perseroan. Dewan direksi
juga memilih pelaksana seperti presiden direktur atau beberapa wakil presiden
direktur untuk menjalankan kebijakan dan melakukan kegiatan manajemen
sehari-hari.
g)
Peraturan
pemerintah
Perseroan
terbatas merupakan subjek berbagai peraturan negara bagian ( pemerintah daerah
) maupun federal (pemerintah pusat). Di Amerika Serikat undang-undang negara
bagian biasanya mengatur tentang persyaratan mengenai penerbitan saham, bagian
laba yang diizinkan untuk memegang saham.
h)
Pajak
tambahan
Pemegang saham
diharuskan membayar pajak untuk deviden tunai yang mereka terima. Juga banyak
argument yang mengatakan bahwa laba perseroan terbatas terkena pajak dua
kali(double taxation), yang pertama ditingkat perusahaan dan yang kedua
ditingkat perorangan .
III.
MODAL
PERSEROAN TERBATAS
Bagian
ekuitas pemegang saham di neraca perusahaan mencakup:
1. Modal Disetor (paid-in capital)
1. Modal Disetor (paid-in capital)
Adalah
total jumlah kas dan asset lain yang diterima oleh perseroan terbatas yang
berasal dari pemegang saham dengan pertukaran saham perusahaan. Perusahaan
hanya memiliki 1 jenis saham, maka akan disebut sebagai saham biasa.
2. Saldo Laba atau Laba
Ditahan (retained earnings)
Adalah laba bersih yang ditahan oleh
pihak perusahaan. Laba bersih yang dicatat dalam Saldo Laba berasal dari ayat jurnal
penutup dengan mendebit Ikhtisar Laba Rugi dan mengkredit Saldo Laba.
Contoh:
Diasumsikan bahwa laba bersih untuk Delta Robotics pada tahun pertama kegiatan
operasionalnya adalah $130.000, maka ayat jurnal penutupnya adalah
Saldo Laba $130.000
(menutup
Ikhtisar Laba Rugi dan
memindahkan Laba Bersih ke Saldo
Laba)
IV.
AKUNTANSI
PENERBITAN SAHAM BIASA
Tujuan
utama akuntansi untuk penerbitan saham adalah : (1) untuk mengidentifikasi
sumber modal disetor, (2) untuk tetap membedakan antara modal disetor dan saldo
laba. Penerbitan saham biasa hanya mempengaruhi akun modal disetor.
a.
Penerbitan
Saham Biasa dengan Nilai Nominal Secara Tunai
Hasil
pembanyaran dari penerbitan saham dengan nilai nominal bisa sama, lebih besar,
atau lebih kecil dari nilai nominalnya. Ketika penerbitan saham biasa secara
tunai dicatat, nilai nominal saham akan dikredit keakun saham biasa. Bagian
uang yang diterima (Proceeds) diatas atau dibawah nilai nominal dicatat pada akun
modal disetor yang terpisah.
Sebagai contoh,
Hydro-Slide menerbitkan 1.000 saham dengan nilai nominal $1 perlembar secara
tunai. Ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah:
Saham Biasa $1.000
(mencatat
penerbitan 1.000 saham
dengan nilai
nominal $1)
Jika Hydro-Slide menerbitkan tambahan 1.000 saham secara tunai seharga $5
perlembar dengan nilai nomibal $1, maka jurnalnya adalah:
Saham Biasa $1.000
Agio Saham (Nilai Nominal) $4.000
(mencatat penerbitan tambahan 1.000
saham biasa)
b.
Penerbitan
Saham Biasa tanpa Nilai Nominal Secara Tunai
Saat saham biasa
tidak memiliki nilai nominal namu memiliki nilai yang ditetapkan, maka ayat
jurnal yang dibuat sama seperti yang diilustrasikan untuk saham dengan nilai
nominal. Nilai yang ditetapkan dikredit kesaham biasa. Begitu juga saat harga
jual saham tanpa nilai nominal diatas nilai yang ditetapkan, maka selisihnya
akan dikredit ke Tambahan Modal Disetor.
Sebagai contoh,
Hydro-Slide, Inc. memiliki saham tanpa nilai nomonal dengan nilai yang
ditetapkan sebesar $5 dan perusahaan menerbitkan 5.000 saham seharga $8
perlembar secara tunai. Jurnal yang dibuat adalah:
Saham Biasa $25.000
Agio Saham (Nilai Dinyatakan) $15.000
(mencatat
penerbitan 5.000 saham tanpa nilai
nominal dengan
nilai yang ditetapkan sebesar $5)
Agio Saham akan
dilaporkan sebagai bagian dari tambahan modal disetor pada bagian ekuitas
pemegang saham di neraca. Apa yang akan terjadi jika saham tanpa nilai nominal
juga tidak memiliki nilai yang ditetapkan? Dalam kasus ini, seluruh uang yang
diterima akan dikredit ke Saham Biasa. Jika Hydro-Slide tidak menentukan nilai
yang ditetapkan pada saham tanpa nilai nominal penerbitan 5.000 saham secara
tunai seharga $8 per lembar akan dicatat sebagai berikut.
Saham Biasa $40.000 (mencatat penerbitan
5.000 saham tanpa nilai
nominal)
c.
Penerbitan
Saham Biasa untuk Jasa atau Aset Non Tunai
Saham dapat juga
diterbitkan untuk jasa yang diterima (sebagai pembayaran atas jasa) atau
menerima pembayaran bukan dalam bentuk tunai (seperti perolehan tanah,
bangunan, dan peralatan). Dengan demikian yang dianggap biaya bisa berupa nilai
pasar wajar atas asset yang diserahkan,atau nilai pasar wajar atas asset yang
diterima, mana yang lebih dapat dipertanggung jawabkan.
Sebagai contoh
asumsikan bahwa penasihat hukum yang membantu pendirian Jordan Company menagih
biaya jasa sebesar $5.000. Mereka setuju untuk menerima saham biasa dengan
nilai nominal $1 perlembar untuk pembayaran seluruh tagihan tersebut. Dalam
kasus ini, nilai pasar saham diperkirakan $5.000. Ayat jurnal yang dibuat
adalah:
Saham
Biasa $4.000
Agio Saham (Nilai Nominal) $1.000
(mencatat
penerbitan 4.000saham dengan
nilai nominal $1 untuk penasihat hukum)
Sebaliknya
misalkan Athletic Research Inc. merupakan perusahaan terbuka. Nilai nominal
saham biasa $5 perlembar yang diperdagangkan secara aktif dengan harga pasar $8
perlembar. Perusahaan menerbitkan 10.000 lembar saham untuk memperoleh tanah
yang ditawarkan dengan harga jual $90.000. Bukti yang cukup kuat menunjukkan
bahwa transaksi nontunai ini diperkirakan hanya $80.000. Transaksi ini akari
dicatat sebagai berikut.
Saham Biasa $50.000
Agio Saham (Nilai Nominal) $30.000
(mencatat penerbitan 10.000 saham
dengan
nilai nominal $5 untuk perolehan
tanah)
Sebagaimana pada
contoh tersebut, nilai nominal saham tidak pernah dijadikan dasar untuk
menentukan biaya perolehan dari aset yang diterima.
V.
AKUNTANSI
UNTUK SAHAM TREASURI
Adalah
saham milik perusahaan yang telah diterbitkan, telah dibayar lunas kemudian
diperoleh kembali oleh perusahaan tetapi tidak dimaksudkan untuk ditebus.
Perusahaan memperoleh kembali perusahaannya untuk berbagai alasan:
1. Menerbitkan
kembali saham tersebut ke karyawan sebagai bonus atau programkompensasi saham
2. Meningkatkan
perdagangan saham perusahaan di bursa saham dengan tujuan dapat meningkatkan
nilai saham
3. Memiliki
saham yang cukup untuk digunakan dalam mengakuisisi perusahaan lain
4. Mengurangi
jumlah saham yang beredar dan meningkatkan laba persaham
5. Mencegah
pengambi lalihkan oleh perusahaan lain.
Pembelian Saham Treasuri
Akun saham treasuri didebit dengan harga yang
dibayarkan untuk memperoleh saham tersebut. Jumlah yang sama dikredit ke akun
saham treasuri jika saham tersebut dijual kembali.
Sebagai contoh, asumsikan bahwa pada tanggal 1
Januari 2005, bagian ekuitas pemegang saham dari Mead. Inc. memiliki 100.000
saham yang beredar (seluruhnya diterbitkan pada nilai nominalnya) dengan harga
nominal $5 dan Saldo Laba sebesar $200.000. Bagian ekuitas pemegang saham
sebelum pembelian saham treasuri adalah sebagai berikut.
Pada tanggal 1 Februari 2005, Mead memperoleh 4.000
saham dengan harga $8 per lembar. Ayat jurnal yang dibuat adalah:
Kas $32.000
(mencatat
pembelian 4.000 saham
treasuri
seharga $8 perlembar)
Penjualan Saham Treasuri
·
Penjualan saham
treasuri diatas biaya perolehan
Jika harga jual
saham treasuri sama dengan biaya perolehan, maka penjualan saham tersebut
dicatat dengan mendebit Kas dan mengkredit SahamTreasuri. Jika harga jual dari
saham tersebut lebih tinggi dari biaya perolehan, selisihnya akan dikredit
sebagai modal disetor dari saham treasuri.
Sebagai contoh,
asumsikan bahwa 1.000 saham treasuri Mead, Inc. yang sebelumnya diperoleh
dengan harga $8 per lembar, dijual seharga $10 per lembar pada tanggal 1 Juli.
Ayat jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut.
Saham Treasuri $8.000
Modal disetor dari Saham Treasuri $2.000
(mencatat
penjualan 1.000 saham
treasuri
diatas biaya perolehan)
·
Penjualan saham
treasuri dibawah biaya perolehan
Ketika saham treasuri
dijual dibawah biaya perolehan, selisih
atas biaya perolehan diatas harga jual akan didebit ke Modal Disetor dari Saham
Treasuri. Iika Mead, Inc. menjual tambahan 800 saham treasuri pada tanggal l
Oktober seharga $7 per lembar, maka ayat jurnal yang dibuat adalah sebagai
berikut.
Modal
Disetor dari Saham Treasuri $800
Saham Treasuri $6.400
(mencatat
penjualan 800 saham treasuri
dibawah
biaya perolehan)
VI.
SAHAM
PREFEREN
Adalah
perjanjian yang memberikan keutamaan atau kelebihan bagi pemiliknya
dibandingkan pemegang saham biasa untuk hal-hal tertentu. Secara khusus
pemegang saham preferen memiliki prioritas dalam hal (1) pembagian laba atau
deviden dan (2) asset jika terjadi likuiditas. Namun biasanya saham preferen
tidak memiliki hak suara.
Seperti
saham biasa, saham preferen dapat diterbitkan secara tunai atau aset nontunai.
Jurnal untuk transaksi ini sama dengan jurnal untuk saham biasa. Ketika
perusahaan memiliki lebih dari satu jenis saham, setiap nama akun modal disetor
harus menunjukkan saham yang scsuai. Sebagai contoh, perusahaan. memiliki akun
berikut: Saham Preferen; Saham Biasa, Agio Saham-Saham Preferen, dan Agio
Saham-Saham Biasa. Diasumsikan bahwa Stine Camden menerbitkan 10.000 saham
seharga $12 per lembar dengan nilai nominal $10 untuk mencatat penerbitan
tersebut adalah:
Saham Preferen $100.000
Agio Saham (Nilai Nominal)-Saham
Preferen $20.0000
(mencatat
penerbitan 10.000 saham preferen
dengan
nilai nominal $10)
Saham
preferen dapat memiliki nilai nominal atau tidak. Pada bagian ekuitas pemegang
saham dineraca, saham preferen akan disajikan pertama kali karena memiliki
prioritas atas dividendan likuidasi sebagai mana akan dibahas berikut ini:
a.
Prioritas
atas dividen
Pemegang saham preferen memiliki
hak untuk memperoleh pembagian laba sebelum saham biasa menerimanya. Pemegang
saham preferen dapat memiliki Deviden
Kumulatif (cumulative dividend),
yang berarti pemegang saham prefen harus dibayar untuk penerimaan deviden
setiap tahun dan memperoleh prioritas atas deviden yang belum diterima sebelum
pemegang saham biasa menerima dividen. Ketika saham preferen bersifat
kumulatif, dividen preferen tidak diumumkan untuk suatu periode tertentu dan
disebut sebagai dividen terulanf/dividen belum terbayar (dividend in arrears).
b.
Prioritas
atas likuidasi
Saham preferen juga memiliki
prioritas atas asset perusahaan jika perusahaan dilikuidasi. Hak atas asset
dapat sebesar nilai nominal saham atas jumlah nilai likuidasi tertentu. Hak
prioritas dalam likuidasi memberikan klaim khusus bagi para kreditordan
pemegang saham preferen.
VII.
PENYAJIAN
DAN ANALISIS LAPORAN
Dalam bagian ekuitas pemegang saham di neraca, modal
disetor dan saldo laba akan dilaporkan Sumber dana dari modal disetor akan
dijelaskan setara khusus.Dalam modal disetor, terdapat dua klasifikasi yang
diakui:
1.
Modal
saham. Kategori ini terdiri atas saham preferen
dan saham biasa. Saham preferen akan disajikan sebelum saham biasa karena
adanya hak prioritas yang dimiliki oleh pemegang saham preferen Nilai
nominal,jumlah saham dalam modal dasar, saham yang diterbitkan, dan saham yang
beredar akan dilaporkan untuk setiap jenis saham.
2.
Tambahan
Modal Disetor. Kategori ini mencakup selisih
antara jumlah yang dibayarkan dengan nominal-nominal atau nilai yang ditetapkan
dan modal disetor dari saham treasuri.
A.
Penyajian
Bagian ekuitas pemegang saham
connally inc. mencakup semua akun yang telah dibahas.pengungkapan yang terkait
dengan saham biasa connally adalah 400.000 saham yang diterbitkan, 100.000
saham yang belum diterbitkan (500.000 saham sebagai modal dasar saham dikurangi
400.000 saham diterbitkan), dan 390.000 saham yang beredar (400.000 saham
diterbitkan dikurangi 10.000 saham treasuri). Pada laporan tahunan yang
diumumkan, masing-masing sumber tambahan modal disetor seringkali digabungkan
dan dilaporkan sebagai satu kesatuan jumlah.selain itu saham sebagai modal
saham seringkali tidak dilaporkan. Dalam praktiknya istilah “surplus modal”
kadang digunakan untuk akun tambahan modal disetor dan “surplus laba” digunakan
untuk akun saldo laba. Penggunaan istilah “surplus” menunjukan selisih lebih
atas jumlah dana yang tersedia. Oleh karena itu istilah “surplus” seharusnya
tidak digunakan dalam akuntansi.
B.
Analisis
– nilai buku per saham
Nilai buku per saham (book value
per share) adalah ekuitas yang dimiliki pemegang saham biasa dalam asset bersih
perusahaan dari kepemilikan setiap lembar saham.aset bersih perusahaan harus
sama dengan total ekuitas.sehingga rumus untuk menghitung nilai buku persaham
ketika perusahaan hanya memiliki satu jenis saham yang beredar adalah:
Dengan demikian jika Marlo
Corporation memiliki total ekuitas pemegang saham sebesar $ 1.500.000 (saham
biasa $1.000.000 dan saldo laba $500.000)dan 50.000 saham biasa yang beredar,
maka nilai buku per saham adalah $30 ($1.500.000 ÷50.000).
Nilai
Buku versus Nilai Pasar
Nilai
buku persaham tidaklah sama dengan nilai pasar persaham. Secara umum, nilai
buku didasarkan atas pencatatn biaya perolehan. Nilai pasar menunjukkan
pertimbangan subjektif dari ribuan pemegang saham dan investor tentang potensi
perusahaan untuk laba dimasa mendatang dan dividen. Nilai pasar persaham dapat
lebih tinggi dari nilai buku persaham.
Nilai buku
persaham akan berguna untuk menentukan tren jumlah perlembar saham yang
dimiliki oleh pemegang saham diperusahaan. Nilai ini juga menentukan dalam
banyak kontrak dan kasus dipengadilan saat hak individu didasarkan pada
informasi biaya perolehan.
No comments:
Post a Comment