Monday, April 15, 2019

KELOMPOK 5

Deviden

Deviden adalah pembagian oleh perusahaan kepada pemegang sahamnya secara prorate (proporsional). Calon pembeli dan penjual saham sangat berkepentingan terhadap kebijakan dan praktik dviden perusahaan. Deviden terdiri dari 4 jenis tunai, property, scrip(surat promes untuk membayar sejumlah uang tunai), atau saham. Deviden tunai adalah bentuk yang paling umum. Disamping itu deviden saham kerap dibagikan.
Dviden dapat dinyatakan dalam 2 cara yaitu: (1) Dalam presentase dari nilai nominal atau nilai yang tertera disaham atau (2) dalam jumlah dolar disaham. Dalam banyak media keuangan, deviden biasanya dilaporkan perkuartal dalam jumlah dolar persaham sebagai conyoh, deviden kuartalan Boeng Company adalah $0,17 per lembar, Hershey Food Corp, $0,315 per lembar, dan Nike %0,12 per lembar.
2.1.1.1 Deviden Tunai
1. Dividen tunai (cash dividend) adalah pembagian uang tunai secara prorate kepada pemegang saham. Untuk dapat membayar deviden tunai, sebuah perusahaan harus memiliki: (1) Saldo laba (retained earnings). Legalias dividen tunai bergantung pada Undang-Undang perseroan terbtas ditempat perusahaan didirikan. Secara umum, pembagian deviden tunai hanya berdasarkan saham biasa (modal dasar)
2. Kas yang cukup.Legalitas dividend kemampuan untuk membayar dividen adalah dua hal yang berbeda. Sebagai contoh, nike, dengan saldo laba lebih dari 3 milyar dolar, secara legal dapat mengumumkan pembagian dividen sekurang-kurang nya 3 milyar dolar. Nike mungkin harus mencari kas tambahan melalui penjualan aset-aset lainnya atau melalui pendanaan tambahan.
Sebelum mengumumkan dividen tunai, dewan direksi perusahaan harus mempertimbangkan dengan hati-hati kebutuhan perusahaan akan uang tunai dalam jangka pendek maupun masa mendatang. Pada beberapa kasus, timbulnya kewajiban jangka pendek untuk membayar dividen tunai merupakan hal yang tidak pantas. Pada kasus yang lain, adanya program ekspansi besar-besaran juga membuat perusahaan hanya boleh membayar dividen tunai dalam jumlah yang relatif kecil.
3. Pengumuman dividen. Perusahaan tidak membayar dividen kecuali berdasarkan keputusan dewan direksi, pada saat direksi “mengumumkan”. Dewan direksi memiliki kewenangan penuh untuk menentukan jumlah laba yang akan dibagikan dalam bentuk dividend an jumlah yang ditahan untuk pengembangan perusahaan. Dividen tidak di akru sebagaimana bunga atas wesel bayar dan bukan merupakan suatu kewajiban hingga diumumkan.
                                                         
2.1.1.2 Dividen Saham
Dividen saham (shock dividen) adalah pembagian saham perusahaan yang bersangkutan secara pro rata kepada pemegang sahamnya. Dividen saham dibayarkan dalam bentuk saham. Dividen saham akan menurunkan saldo laba dan meningkatkan modal disetor.
Dari sudut pandang perusahaan, tidak ada kas yang dikeluarkan, dan tidak ada kewajiban yang harus dibayarkan. Tujuan dan manfaat dividen saham sebagai berikut:
1.       Memenuhi harapan pemegang saham untuk mendapatkan dividen tanpa mengeluarkan uang tunai.
2.       Meningkatkan daya jual saham perusahaan.
3.       Menekankan bahwa sebagian dari ekuitas pemegang saham telah di investasi ulang secara permanen kedalam usaha.
2.1.1.3 Pemecahan Saham
Pemecahan saham menurunkan nilai nominal atau nilai yang tertera disaham. Tujuan pemecahan saham adalah meningkatkan daya jual saham dengan cara menurunkan nilai pasar perlembarnya. Pemecahan saham tidak mempengaruhi total modal di setor, laba ditahan, maupun total ekuitas pemegang saham. Oleh karna itu, kita tidak perlu menjurnal pemecahan saham.

2.1.2 Saldo Laba
Saldo laba atau laba ditahan adalah laba yang tidak dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang sahamnya. Saldo lama juga tidak dapat di kaitkan dengan saldo suatu asset tertentu. Saldo debit pada akun saldo laba disebut sebagai deficit.
2.1.2.1 Batasan Penggunaan Saldo Laba
Pembatasan dapat disebabkan oleh alasan – alasan berikut :
1.       Batasan Legal : Terdapat undang-undang yang mengharuskan perusahaan membatasi penggunaan saldo labanya untuk pembelian saham treasuri. Batasan tersebut menjaga keutuhan jumlah modal setor perusahaan yang untuk sementara waktu dipegang dalam bentuk treasuri.
2.       Batasan Kontraktual : Kontrak utang jangka panjang mungkin mengsyaratkan batasan penggunaan saldo laba. Batasan tersebut membatasi penggunaan saldo laba untuk pembayaran dividen.
3.       Batasan Sukarela : Dewan direksi mungkin secara sukarela membatasi penggunaan saldo laba untuk tujuan – tujuan tertentu.
2.1.2.2 Laporan Saldo Laba
Laporan saldo laba atau laporan laba ditahan (retained earnings statement) menunjukan perubahan saldo laba selama period berjalan. Laporan dibuat berdasarkan akun saldo laba.
2.1.2.3 Penyajian dan analisis laporan
PENYAJIAN
Dividen saham yang biasa dibagikan, disajikan dibawah modal saham pada modal disetor. Batasan penggunaan saldo laba diungkapkan dicatatan atas laporan keuangan. Dibandingkan menyajikan bagian ekuitasnya secara detail di neraca, banyak perusahaan menyiapkan klaporan ekuitas pemegang saham. Laporan tersebut, menunjukkan perubahan pada masing-masing maupun total akun ekuitas pemegang saham selama suatu periode.
ANALISIS
Profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham biasa dapat diukur dengan rasio imbal hasil atas ekuitas pemegang saham biasa. Rasio ini menunjukkan berapa jumlah dollar dari laba bersih yang dihasilkan dari setiap dollar yang diinvestasikan oleh pemegang saham. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih yang tersedia dari pemegang saham biasa dengan rata-rata ekuitas pemegang saham biasa.

2.1.3 Laporan Laba Rugi Perseroan Terbatas
Laporan laba rugi perseroan terbatas serupa dengan laporan perusahaan perseorangan atau pun persekutuan. Bagi kepentingan pajak penghasilan, PT merupakan entitas legal tersendiri.oleh karena itu beban pajak penghasilan dilaporkan dibagian terpisahpada laporan laba rugi PT sebelum laba bersih.

2.1.4 Laba Persaham
data yang digunakan secara luas oleh pemegang saham dan calon investor untuk mengevaluasi propabiitas perusahaan. Ukuran yang digunakan adalah Laba Per Saham – LPS (earning per share – EPS) yang menunjukkan laba bersih yang dihasilkan oleh setiap lembar saham biasa yang beredar disaham.


2.1.4.1 LPS dan Dividen saham preferen
Ketika sebuah PT memiliki saham biasa dan saham preferen, dividen saham preferen tahun berjalan harus dikurangkan dulu baru laba bersih sehingga diperoleh laba bersih yang dapat dibagikan kepada pemegang saham biasa.
LABA BERSIH DIKURANG DIVIDEN
SAHAM PREFEREN

+
RATA-RATA TERTIMBANG SAHAM BIASA YANG BEREDAR

=
LABA PER SAHAM

Sing CD Company sudah 5 tahun membukukan laba oleh karna kesuksesan ini harga pasar dari Rp.500.000 saham biasannya yang bernilai nominal $2 perlembar telah naik 3x lipat dari $15 menjadi $45 selama periode ini, jumlah modal distor tetap $2000.000. saldo laba meningkat dari $1.500.000 menjadi $10.000.000. presiden perusahaan, Joan Elberd memiliki dua alternatif : (1) dividen saham 10%  atau (2) pemecahan saham 2- untuk-1. Dia meminta anda menunjukan pengaruh sebelum dan sesudah dari masing masing alternative terhadap (a) saldo laba dan (b) nilai buku persaham .
(a)    (1) jumlah dividen saham adalah $2.250.000 [(500.000 x 10%) x $45]. Saldo laba akhir menjadi $7.750.000 ( $10.000.000 - $2.250.000 ).
(2) saldo laba awal setelah pemecahan saham akan tetap sama seperti sebelum pemecahan saham : $10.000.000.
(b)   Pengaruh terhadap nilai buku saham adalah sebagai berikut

Nama Akun
Saldo Awal
Sesudah
Dividen
Sesudah
Pemecahan
Saham
Modal Disetor
$  2.000.000
$4.250.000
$2.000.000
Saldo Laba
$10.000.000   +
$7.750.000     +
$10.000.000   +
Total Ekuitas
Pemegang Saham
$12.000.000
$12.000.000
            $12.000.000
Jumlah Saham Beredar
$500.000
$550.000
$1.000.000
Nilai Buku Persaham
    $24
$21,82
$12






No comments:

Post a Comment