Deviden
Deviden adalah
pembagian oleh perusahaan kepada pemegang sahamnya secara prorate
(proporsional). Calon pembeli dan penjual saham sangat berkepentingan terhadap
kebijakan dan praktik dviden perusahaan. Deviden terdiri dari 4 jenis tunai,
property, scrip(surat promes untuk membayar sejumlah uang tunai), atau saham.
Deviden tunai adalah bentuk yang paling umum. Disamping itu deviden saham kerap
dibagikan.
Dviden dapat
dinyatakan dalam 2 cara yaitu: (1) Dalam presentase dari nilai nominal atau
nilai yang tertera disaham atau (2) dalam jumlah dolar disaham. Dalam banyak
media keuangan, deviden biasanya dilaporkan perkuartal dalam jumlah dolar
persaham sebagai conyoh, deviden kuartalan Boeng Company adalah $0,17 per
lembar, Hershey Food Corp, $0,315 per lembar, dan Nike %0,12 per lembar.
2.1.1.1 Deviden Tunai
1. Dividen tunai (cash dividend) adalah pembagian uang tunai secara prorate kepada pemegang saham.
Untuk dapat membayar deviden tunai, sebuah perusahaan harus memiliki: (1) Saldo
laba (retained earnings). Legalias dividen tunai bergantung pada Undang-Undang
perseroan terbtas ditempat perusahaan didirikan. Secara umum, pembagian deviden
tunai hanya berdasarkan saham biasa (modal dasar)
2. Kas yang cukup.Legalitas
dividend kemampuan untuk membayar dividen adalah dua hal yang berbeda. Sebagai
contoh, nike, dengan saldo laba lebih dari 3 milyar dolar, secara legal dapat
mengumumkan pembagian dividen sekurang-kurang nya 3 milyar dolar. Nike mungkin
harus mencari kas tambahan melalui penjualan aset-aset lainnya atau melalui
pendanaan tambahan.
Sebelum
mengumumkan dividen tunai, dewan direksi perusahaan harus mempertimbangkan
dengan hati-hati kebutuhan perusahaan akan uang tunai dalam jangka pendek
maupun masa mendatang. Pada beberapa kasus, timbulnya kewajiban jangka pendek
untuk membayar dividen tunai merupakan hal yang tidak pantas. Pada kasus yang
lain, adanya program ekspansi besar-besaran juga membuat perusahaan hanya boleh
membayar dividen tunai dalam jumlah yang relatif kecil.
3. Pengumuman dividen.
Perusahaan tidak membayar dividen kecuali berdasarkan keputusan dewan direksi,
pada saat direksi “mengumumkan”. Dewan direksi memiliki kewenangan penuh untuk
menentukan jumlah laba yang akan dibagikan dalam bentuk dividend an jumlah yang
ditahan untuk pengembangan perusahaan. Dividen tidak di akru sebagaimana bunga
atas wesel bayar dan bukan merupakan suatu kewajiban hingga diumumkan.
2.1.1.2 Dividen Saham
Dividen saham
(shock dividen) adalah pembagian saham perusahaan yang bersangkutan secara pro
rata kepada pemegang sahamnya. Dividen saham dibayarkan dalam bentuk saham.
Dividen saham akan menurunkan saldo laba dan meningkatkan modal disetor.
Dari sudut pandang
perusahaan, tidak ada kas yang dikeluarkan, dan tidak ada kewajiban yang harus
dibayarkan. Tujuan dan manfaat dividen saham sebagai berikut:
1.
Memenuhi harapan pemegang saham
untuk mendapatkan dividen tanpa mengeluarkan uang tunai.
2.
Meningkatkan daya jual saham
perusahaan.
3.
Menekankan bahwa sebagian dari
ekuitas pemegang saham telah di investasi ulang secara permanen kedalam usaha.
2.1.1.3 Pemecahan Saham
Pemecahan saham
menurunkan nilai nominal atau nilai yang tertera disaham. Tujuan pemecahan
saham adalah meningkatkan daya jual saham dengan cara menurunkan nilai pasar
perlembarnya. Pemecahan saham tidak mempengaruhi total modal di setor, laba
ditahan, maupun total ekuitas pemegang saham. Oleh karna itu, kita tidak perlu
menjurnal pemecahan saham.
2.1.2
Saldo Laba
Saldo laba atau laba ditahan adalah laba
yang tidak dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang sahamnya. Saldo lama juga
tidak dapat di kaitkan dengan saldo suatu asset tertentu. Saldo debit pada akun
saldo laba disebut sebagai deficit.
2.1.2.1
Batasan Penggunaan Saldo Laba
Pembatasan dapat disebabkan oleh alasan –
alasan berikut :
1.
Batasan Legal : Terdapat
undang-undang yang mengharuskan perusahaan membatasi penggunaan saldo labanya
untuk pembelian saham treasuri. Batasan tersebut menjaga keutuhan jumlah modal
setor perusahaan yang untuk sementara waktu dipegang dalam bentuk treasuri.
2.
Batasan Kontraktual : Kontrak
utang jangka panjang mungkin mengsyaratkan batasan penggunaan saldo laba.
Batasan tersebut membatasi penggunaan saldo laba untuk pembayaran dividen.
3.
Batasan Sukarela : Dewan
direksi mungkin secara sukarela membatasi penggunaan saldo laba untuk tujuan –
tujuan tertentu.
2.1.2.2
Laporan Saldo Laba
Laporan saldo laba atau laporan laba
ditahan (retained earnings statement) menunjukan perubahan saldo laba selama
period berjalan. Laporan dibuat berdasarkan akun saldo laba.
2.1.2.3
Penyajian dan analisis laporan
PENYAJIAN
Dividen saham yang biasa dibagikan, disajikan dibawah modal saham pada modal disetor. Batasan penggunaan saldo laba diungkapkan dicatatan atas laporan keuangan. Dibandingkan menyajikan bagian ekuitasnya secara detail di neraca, banyak perusahaan menyiapkan klaporan ekuitas pemegang saham. Laporan tersebut, menunjukkan perubahan pada masing-masing maupun total akun ekuitas pemegang saham selama suatu periode.
Dividen saham yang biasa dibagikan, disajikan dibawah modal saham pada modal disetor. Batasan penggunaan saldo laba diungkapkan dicatatan atas laporan keuangan. Dibandingkan menyajikan bagian ekuitasnya secara detail di neraca, banyak perusahaan menyiapkan klaporan ekuitas pemegang saham. Laporan tersebut, menunjukkan perubahan pada masing-masing maupun total akun ekuitas pemegang saham selama suatu periode.
ANALISIS
Profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham biasa dapat diukur dengan rasio imbal hasil atas ekuitas pemegang saham biasa. Rasio ini menunjukkan berapa jumlah dollar dari laba bersih yang dihasilkan dari setiap dollar yang diinvestasikan oleh pemegang saham. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih yang tersedia dari pemegang saham biasa dengan rata-rata ekuitas pemegang saham biasa.
Profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham biasa dapat diukur dengan rasio imbal hasil atas ekuitas pemegang saham biasa. Rasio ini menunjukkan berapa jumlah dollar dari laba bersih yang dihasilkan dari setiap dollar yang diinvestasikan oleh pemegang saham. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih yang tersedia dari pemegang saham biasa dengan rata-rata ekuitas pemegang saham biasa.
2.1.3
Laporan Laba Rugi Perseroan Terbatas
Laporan laba rugi perseroan terbatas serupa
dengan laporan perusahaan perseorangan atau pun persekutuan. Bagi kepentingan
pajak penghasilan, PT merupakan entitas legal tersendiri.oleh karena itu beban
pajak penghasilan dilaporkan dibagian terpisahpada laporan laba rugi PT sebelum
laba bersih.
2.1.4
Laba Persaham
data yang digunakan secara luas oleh
pemegang saham dan calon investor untuk mengevaluasi propabiitas perusahaan.
Ukuran yang digunakan adalah Laba Per Saham – LPS (earning per share – EPS)
yang menunjukkan laba bersih yang dihasilkan oleh setiap lembar saham biasa
yang beredar disaham.
2.1.4.1
LPS dan Dividen saham preferen
Ketika sebuah PT memiliki saham biasa dan
saham preferen, dividen saham preferen tahun berjalan harus dikurangkan dulu
baru laba bersih sehingga diperoleh laba bersih yang dapat dibagikan kepada
pemegang saham biasa.
|
LABA BERSIH DIKURANG
DIVIDEN
SAHAM PREFEREN
|
+
|
RATA-RATA TERTIMBANG
SAHAM BIASA YANG BEREDAR
|
=
|
LABA PER SAHAM
|
Sing CD Company sudah 5 tahun membukukan
laba oleh karna kesuksesan ini harga pasar dari Rp.500.000 saham biasannya yang
bernilai nominal $2 perlembar telah naik 3x lipat dari $15 menjadi $45 selama
periode ini, jumlah modal distor tetap $2000.000. saldo laba meningkat dari
$1.500.000 menjadi $10.000.000. presiden perusahaan, Joan Elberd memiliki dua
alternatif : (1) dividen saham 10% atau
(2) pemecahan saham 2- untuk-1. Dia meminta anda menunjukan pengaruh sebelum
dan sesudah dari masing masing alternative terhadap (a) saldo laba dan (b)
nilai buku persaham .
(a)
(1) jumlah dividen saham adalah
$2.250.000 [(500.000 x 10%) x $45]. Saldo laba akhir menjadi $7.750.000 (
$10.000.000 - $2.250.000 ).
(2) saldo laba awal
setelah pemecahan saham akan tetap sama seperti sebelum pemecahan saham :
$10.000.000.
(b)
Pengaruh terhadap nilai buku
saham adalah sebagai berikut
|
Nama Akun
|
Saldo Awal
|
Sesudah
Dividen
|
Sesudah
Pemecahan
Saham
|
|
Modal
Disetor
|
$ 2.000.000
|
$4.250.000
|
$2.000.000
|
|
Saldo Laba
|
|
|
$10.000.000 +
|
|
Total
Ekuitas
Pemegang
Saham
|
|
|
|
|
Jumlah
Saham Beredar
|
|
|
|
|
Nilai
Buku Persaham
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment