Tuesday, January 22, 2019

MATERI KELOMPOK 10


1. Kecurangan dan pengedalian internal

A. Kecurangan

Fraud atau Kecurangan adalah aksi yang tidak jujur yang dilakukan oleh karyawan untuk keuntungan pribadi. Menurut Kieso, ada tiga hal yang menjadi faktor utama seorang karyawan melakukan Fraud atau Kecurangan. Yang pertama adalah Kesempatan (Opportunity), Desakan Keuangan (Financial Pressure), dan Rasionalisasi (Rationalization).



B. Pengendalian Internal

- Metode dan pengukuran yang diadopsi untuk:
1. Pengamanan aset.
2. Meningkatkan keakuratan dan keandalan pencatatan.
3. Eru efisiensi operasi, dan
4. Memastikan kepatuhan atas peraturan dan hukum.

- Sistem pengendalian internal memiliki lima komponen utama :

1. Lingkungan pengendalian

Seperangkat standar, proses, dan struktur yang memberikan dasar untuk melaksanakan pengendalian internal diseluruh organisasi.

2. Penilaian resiko

Proses dinamis dan berulang, dalam mengindentifikasi dan menilai resiko untuk pencapaian tujuan.

3. Aktivitas pengendalian

Tindakan yang dibentuk melalui kebijakan dan prosedur yang membantu memastikan arah manajemen dalam mengurangimengurangi resiko terhadap pencapaian tujuan.

4. Informasi dan Komunikasi

Organisasi memperoleh atau menghasilkan dan menggunakan informasi yang berkualitas dan relevan untuk mendukung fungsi pengendalian internal.

5. Aktivitas pemantauan

Organisasi memilih, mengembangkan, dan melakukan evaluasi berkelanjutan atau evaluasi terpisah untuk memastikan apakah komponen pengendalian internal tersedia dan berfungsi.


2. Prinsip-prinsip Pengendalian Internal


Meskipun banyak perusahaan yang menetapkan prosedur pengendalian intern dengan “bahasa” aturan yang berbeda-beda, namun pada umumnya masing-masing mengandung prinsip-prinsip pokok pengendalian intern yang sama. Di antara prinsip- prinsip pengendalian intern tersebut adalah:

1. Pembentukan pertanggungjawaban (establishment of responsibility)
-  Manajemen harus menetapkan tanggung jawab secara jelas.
- Tiap orang memiliki tanggung jawab untuk tugas yang diberikan kepadanya.
- Pembentukan pertanggungjawaban meliputi otorisasi dan persetujuan atas suatu transaksi.

2. Pemisahan Tugas

- Tanggung jawab atas pekerjaan dan tugas harus diberikan kepada individu yang berbeda, (misalnya pemisahan tugas antara petugas yang mengurusi penyimpanan kas dengan petugas yang mengurusi pencatatan kas).

- Tanggung jawab untuk memelihara catatan harus terpisah dengan tanggung jawab untuk menjaga keadaan fisik kekayaan perusahaan.

3. Prosedur dokumentasi harus dimiliki perusahaan

Dokumentasi yang baik diperlukan untuk melindungi kekayaan perusahaan dan menjamin bahwa semua karyawan melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan. Dokumentasi yang bisa dipercaya akan menjadi sumber informasi yang dapat digunakan manajemen untuk memonitor kegiatan operasi perusahaan.
Ada beberapa prinsip dalam prosedur dokumentasi, yaitu:
- Semua dokumen harus diberi nama terlebih dahulu (prenumbered) yang tercetak, dan semua dokumen harus dipertanggungjawabkan.

- Dokumen sebagai bukti pencatatan akuntansi disampaikan ke bagian akuntansi untuk menyakinkan bahwa transaksi telah dicatat tepat waktu.

4. Pengendalian Secara Fisik, Mekanis dan Elektronik

Sebaiknya perusahaan menerapkan pengendalian secara elektronik disamping cara mekanis dan fisik untuk menjaga kekayaannya. Sebagai contoh penerapan pengendalian mekanis adalah penggunaan kas register, cheque protector. Pengendalian mekanis menggunakan brankas (peti besi), ruang khasanah (strong room) dan contoh pengendalian elektronik adalah pemakaian mesin absensi elektronik sidik jari yang terhubung dengan komputer, cctv (televisi monitor), alarms elektronik, garment sensors

5. Verifikasi Intern Independen

Meskipun sistem pengendalian intern telah dirancang dengan baik, kemungkinan terjadinya penyimpangan tetap saja bisa terjadi setiap saat. Misalnya kelelahan yang terjadi terhadap karyawan bisa mengakibatkan prosedur-prosedur yang ditetapkan diabaikan. Untuk itu diperlukan pengkajian ulang secara teratur dan berkesinambungan agar prosedur-prosedur dapat dijalankan secara teratur, tertib dan benar. Proses ini harus dilakukan oleh pemeriksa intern yang independen.
Pengendalian yang efektif dapat dicapai dengan membentuk bagian verifikasi yang bertugas mereview, merekonsiliasi serta menjaga pengendalian intern. Untuk itu harus dilakukan:

1.      Verifikasi secara periodik dan mendadak
2.      Verifikasi oleh petugas yang independent
3.      Penyampaian saran kepada manajer untuk tindakan koreksi


3. Keterbatasan Pengendalian Internal

Keterbatasan pengendalian intern adalah sebagai berikut:
1.      Adanya kemungkinan timbulnya beban (cost) untuk mendesain pengendalian intern yang lebih besar dibandingkan manfaat yang diperoleh.
2.      Adanya faktor sumber daya manusia
3.      Besarnya ukuran perusahaan.
4. Penerapan Prinsip Pengendalian Internal terhadap Penerimaan kas


Penerimaan kas berasal dari :
1. Penjualan tunai.
2. Penagihan piutang dari konsumen.
3. Penerimaan sewa, bunga dan deviden.
4. Investasi pemilik.
5. Pinjaman bank.
6. Hasil penjualan dari aset tidak lancar.

a. Penerimaan langsung

a)      Penentuan tanggung jawab
Hanya karyawan yang ditugaskan diizinkan untuk menangani penerimaan kas (kasir)
b)      Pemisahan tugas
Individu yang berbeda menerima kas, mencatat penerimaan kas dan memegang kas
c)      Prosedur dokumentasi
Menggunakan pesan pembayaran (kotak pos), regiter kas, dan bukti deposit
d)     Pengendalian fisik
Menyimpan kasdi brangkas atau deposit bank, akses terbatas untuk wilayah penyimpanan, gunakan kas register
e)      Verifikasi internal independent
Supervisor menghitung penerimaan kas harian, bendahara membandingkan total penerimaan dengan deposit bank harian
f)       Pengendalian SDM
Perikatan pegawai yang memegang kas, kebutuhan karywan untuk mengambil
liburan, dan menyimpan seluruh kas di bank harian

b. Penerimaan melalui Kotak Pos/Surat

a)      Kotak pos harus dibuka oleh dua orang, daftar yang disiapkan, dan setiap cek yang disahkan
b)      Copy daftar, bersamaan dengan cek dan pesan pembayaran, dikirim ke kasir departmen.
c)      Kasir menambahkan cek ke penerimaan langsung, menyiapkan laporan penerimaan kas harian dan melakukan deposit bank harian.
d)     Copy daftar dikirim ke bendahara kantor untuk dibandingkan dengan total yang ditunjukkan dalam laporan kas harian.





5. Penerapan prinsip pengendalian internal terhadap pengeluaran kas

- Penentuan tanggung jawab
Hanya pegawai yg ditunjuk diotirisasi untuk menandatangani cek
(bendhara) dan menyetujui pemasok

- Pemisahan tugas
Individu yg berbebda yg mnyetujui, melakukan pembayaran, penandatangan cek tidak mencatat pengeluaran.

- Prosedur dokumentasi
Menggunakan cek bernomor, cek harus memeiliki faktur yg disetujui, membutuhkan
pegawai utk menggunakan kartu kredit perusahaan utk pengembalian beban.

- Pengendalian fisik
Simapn cek kosong di brangkas, dengan akses terbatas, cetak jumlah cek dgn mesin dgn tinta permanen.

Beberapa prosedur pengawasan yang penting adalah sebagai berikut:
1. Semua pengeluaran uang menggunakan cek kecuali untuk pengeluaran- pengeluaran kecil dibayar dari kas kecil.
2. Dibentuk dana kas kecil yang diawasi dengan ketat.
3. Penulisan cek hanya dilakukan apabila didukung bukti-bukti yang lengkap atau dengan kata lain digunakan sistem voucher.
4. Dipisahkan antara orang-orang yang mengumpulkan bukti-bukti pengeluaran, yang menulis cek, yang menandatangani cek dan yang mencatat pengeluaran kas.
5. Diadakan pemeriksaan intern dengan jangka waktu yang tidak tertentu.
6. Diharuskan membuat kas harian.



6. DANA KAS KECIL (PETTY CASH FUND)

Dana kas kecil atau petty cash fund adalah uang kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek. Dana ini diserahkan kepada kasir kas kecil yang bertanggung jawab terhadap pembayaran-pembayaran dari dana ini dan terhadap jumlah dana kas kecil. Jika jumlah kas kecil tinggal sedikit, kasir kas kecil akan meminta agar dananya ditambah. Penambahan kas kecil kadang-kadang dilakukan setiap periode tertentu misalnya mingguan.
Dalam hubungannya dengan kas kecil ada dua metode yang digunakan yaitu:
1.      Sistem Imprest
2.      Metode Fluktuasi



1.      Sistem Imprest (imprest fund method)

Dalam sistem ini jumlah dalam rekening kas kecil selalu tetap, yaitu sebesar check yang diserahkan kepada kasir kas kecil untuk membentuk dana kas kecil. Cek tersebut diuangkan ke bank oleh kasir kas kecil dan uangnya digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran kas kecil. Apabila jumlah kas kecil tinggal sedikit dan juga pada akhir periode, kasir kas kecil akan minta pengisian kembali kas kecilnya sebesar jumlah yang sudah dibayar dari kas kecil, sehingga jumlah uang dalam kas kecil kembali seperti semula. Pengeluaran-pengeluaran kas kecil baru dicatat pada saat pengisian kembali.

2.      Sistem Fluktuasi (fluctuating fund method)

Dalam metode fluktuasi pembentukan dana kas kecil dilakukan dengan cara yang sama seperti pada sistem imprest. Perbedaannya dengan sistem imprest adalah bahwa dalam metode fluktuasi saldo rekening kas kecil tidak tetap, tetapi berfluktuasi sesuai dengan jumlah pengisian kembali dan pengeluaran-pengeluaran kas kecil. Pencatatan langsung dilakukan setiap terjadinya pengeluaran-pengeluaran dari dana kas kecil. Berikut ini adalah contoh pencatatan akuntansi dalam kas kecil: Dalam sebuah perusahaan yang menyelenggarakan kas kecil berdasarkan imprest fund system, terdapat transaksi-transaksi sebagai berikut:

4 Januari 2000 : Diserahkan selembar cek nomor 3542 sebesar Rp. 2.000.000,00 untuk membentuk kas kecil.

5 Januari 2000 : Dibayar biaya telegram Rp. 60.000,00

7 Januari 2000 : Dibeli tunai alat-alat tulis untuk kantor Rp. 96.000,00

12 Januari 2000 : Dibayar biaya angkut sebesar Rp. 320.000,00

18 Januari 2000 : Dibayar biaya angkut sebesar Rp. 275.000,00

19 Januari 2000 : Dibayar uang makan untuk para karyawan yang lembur Rp. 150.000,00

21 Januari 2000 : Dibeli dari kantor pos, materai dan perangko sebesar Rp.102.000,00

22 Januari 2000 : Dibeli tunai alat-alat tulis kantor Rp. 70.000,00

23 Januari 2000 : Dibayar biaya angkut sebesar Rp. 190.000,00 dan biaya upah bongkar sebesar Rp. 72.000,00

24 Januari 2000 : Dibayar untuk parkir dan biaya serba-serbi Rp. 50.000,00

25 Januari 2000 : Dibayar biaya servis mesin-mesin kantor Rp. 80.000,00

26 Januari 2000 : Diadakan pertanggungjawaban atas pengeluaran-pengeluaran melalui kas kecil dan setelah itu diterima pengganti dana dengan cek nomor 3575.



Diminta :
Catatlah transaksi-transaksi tersebut di atas dalam buku kas kecil. (untuk pencatatan dalam buku kas kecil, gunakanlah perkiraan-perkiraan sebagai berikut: perlengkapan kantor; biaya pengangkutan; biaya serba-serbi; biaya pos, telepon dan telegram; uang makan). Setelah itu buatlah ayat-ayat jurnal yang diperlukan.

Jawaban dengan metode imprest

Pencatatan transaksi dana kas kecil dengan menggunakan metode imprest (dana tetap):

Ayat jurnal yang harus dibuat dalam transaksi pembentukan dana kas kecil :

Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
04-01-00
Dana Kas Kecil
                  Kas
2.000.000

2.000.000
(untuk mencatat pembentukan dana kas kecil sebesar Rp. 2.000.000 dengan menggunakan cek nomor 3542)

Ayat Jurnal yang harus dibuat dalam transaksi pengisian kembali kas kecil:


Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
26-01-00
Biaya pos, telepon dan telegram

Perlengkapan kantor

Biaya pengangkutan

Biaya pengangkutan

Uang makan

Biaya pos, telepon dan telegram

Perlengkapan kantor
Biaya pengangkutan

Biaya serba-serbi

Biaya serba-serbi

Kas
60.000


96.000


320.000


275.000


150.000

102.000


70.000


262.000


50.000

80.000

-



























1.465.000
(untuk mencatat pengisian kembali dana kas kecil sebesar Rp. 1.465.000 dengan menggunakan cek nomor 3575)

Setelah dilakukan pengisian kembali kas kecil maka dana kas kecil akan bertambah lagi sebesar Rp. 1.465.000, sehingga saldo dana kas kecil setelah pengisian kas kecil berjumlah Rp. 2.000.000 (besarnya sama pada saat dibentuk).

Jawaban dengan metode fluktuatif

Untuk sekedar membandingkan kita akan mencoba melakukan pencatatan transaksi
dengan menggunakan metode fluktuatif, berikut ini pencatatannya:

Ayat jurnal yang harus dibuat dalam transaksi pembentukan dana kas kecil : (jurnal
yang dibuat identik dengan metode imprest)

Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
04-01-00
Dana Kas Kecil
                  Kas
2.000.000

2.000.000
(untuk mencatat pembentukan dana kas kecil sebesar Rp. 2.000.000 dengan menggunakan cek nomor 3542)

Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
05-01-00
biaya pos, telepon dan telegram
       Dana Kas Kecil
60.000

60.000

(untuk mencatat pembayaran biaya telegram Rp. 60.000)

Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
07-01-00
Perlengkapan kantor
       Dana Kas Kecil
96.000

96.000

(untuk mencatat pembelian tunai alat-alat tulis untuk kantor Rp. 96.000)

Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
12-01-00
Biaya pengangkutan
        Dana Kas Kecil
320.000

320.000
(untuk mencatat pembayaran biaya angkut sebesar Rp. 320.000,00)

Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
18-01-00
Biaya pengangkutan
           Dana Kas Kecil
275.000

275.000

(untuk mencatat pembayaran biaya angkut sebesar Rp. 275.000,00)

Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
19-01-00
Uang makan
     Dana Kas Kecil
150.000

150.000

(untuk mencatat pembayaran uang makan untuk para karyawan yang lembur Rp.
150.000,00)

Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
21-01-00
biaya pos, telepon dan telegram
        Dana Kas Kecil
102.000

102.000

(untuk mencatat pembelian dari kantor pos, materai dan perangko sebesar
Rp.102.000,00)

Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
22-01-00
Perlengkapan kantor
       Dana Kas Kecil
70.000

70.000

(untuk mencatat pembelian tunai alat-alat tulis kantor Rp. 70.000,00
)

Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
23-01-00
Biaya pengangkutan
        Dana Kas Kecil
262.000

262.000

(untuk mencatat pembayaran biaya angkut sebesar Rp. 190.000,00 dan biaya upah
bongkar sebesar Rp. 72.000,00)

Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
24-01-00
Biaya serba-serbi
        Dana Kas Kecil
50.000

50.000

(untuk mencatat pembayaran parkir dan biaya serba-serbi Rp. 50.000,000)

Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
25-01-00
Biaya serba-serbi
        Dana Kas Kecil
80.000

80.000

(untuk mencatat pembayaran biaya servis mesin-mesin kantor Rp. 80.000,00)

Pengisian kembali kas kecil untuk metode fluktuatif tidak sebesar jumlah dana kas
kecil yang dikeluarkan namun sebesar permintaan kasir pemegang kas kecil secara
bebas. Sebagai contoh bila jumlah yang diminta kasir kas kecil untuk pengisian
kembali kas kecil sebesar Rp. 1.750.000, maka dengan demikian saldo kas kecil akan
berubah menjadi Rp. 2.285.000 (jumlah ini berbeda dengan saldo kas kecil pada saat
dibentuk).

Pengisian Kembali Dana Kas Kecil yang Lupa Dilakukan

Dalam praktek dunia bisnis kadang-kadang terjadi kasir kas kecil lupa meminta
pengisian kembali kas kecil pada akhir periode akuntansi sehingga akan menimbulkan
masalah yaitu dana kas kecil tidak dapat digunakan lagi atau diisi lagi pada awal
periode akuntansi berikutnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan teknik dengan membuat jurnal
pembalik. Untuk mempermudah pemahaman anda maka akan saya gambarkan
bagaimana cara mencatat kejadian ini dengan menggunakan contoh soal tersebut di
atas.

Ayat Jurnal yang harus dibuat dalam transaksi “pengisian kembali kas kecil yang
lupa dilakukan”.

Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
31-01-00
Biaya pos, telepon dan telegram

Perlengkapan kantor

Biaya pengangkutan

Biaya pengangkutan

Uang makan

Biaya pos, telepon dan telegram

Perlengkapan kantor

Biaya pengangkutan

Biaya serba-serbi

Biaya serba-serbi
     
        Dana Kas Kecil
60.000


96.000


320.000

275.000

150.000

102.000


70.000


262.000

50.000

80.000

-

-






















1.465.000

(untuk mencatat penutupan rekening dana kas kecil)

Dengan pembuatan ayat jurnal tersebut maka dari sisi akuntansi sudah tidak ada
masalah karena pos-pos laporan keuangan sudah bisa dipertanggung jawabkan pada
akhir periode akuntansi, namun demikian bila kita akan melanjutkan pengelolaan
dana kas kecil pada awal periode berikutnya pasti terjadi masalah karena jurnal
penutupan dana kas kecil di atas sudah tidak dapat diisi kembali secara akuntansi.
Untuk dapat menyelesaikan masalah ini yang harus kita lakukan adalah dengan cara
membuat jurnal pembalik agar dana kas kecil tersebut bisa diisi kembali, berikut cara
pembuatannya:






























Ayat Jurnal Pembalik:

Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
1-02-01
Dana Kas kecil

Biaya pos, telepon dan telegram

Perlengkapan kantor

Biaya pengangkutan

Biaya pengangkutan

Uang makan

Biaya pos, telepon dan telegram

Perlengkapan kantor

Biaya pengangkutan

Biaya serba-serbi

Biaya serba-serbi
     
1.465.000






-
-

60.000


96.000


320.000

275.000

150.000

102.000


70.000


262.000

50.000

80.000

Saldo Dana Kas Kecil Terlalu Besar atau Terlalu Kecil

Pemegang dana kas kecil di perusahaan adalah operator kas kecil yang bertanggung
jawab terhadap operasional penggunaan kas kecil dalam kegiatan pembayaran
perusahaan, pemegang kas kecil bertugas melaporkan setiap penggunaan dan
mempertanggung jawabkannya. Dalam praktek pemegang kas kecil kadang-kadang
dihadapkan pada jumlah saldo kas kecil yang terlalu besar dan atau justru terlalu
kecil. Untuk itu perlu adanya penyesuaian jumlah saldo yang dikelola oleh pemegang
dana kas kecil agar sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.








Bila saldo kas kecil terlalu besar

Misalnya saldo dana kas kecil ditetapkan sebesar Rp. 2.000.000, tapi pemegang kas
kecil merasa jumlah kas kecil terlalu besar sehingga meminta pengurangan saldo kas
kecil sebesar Rp. 500.000. Berarti saldo dana kas kecil yang baru menjadi
Rp.1.500.000. Maka ayat jurnal yang dibuat adalah sebegai berikut:

Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
0x-0x-0x
Kas
   Dana Kas Kecil
500.000

500.000

Bila saldo kas kecil terlalu kecil

Misalnya saldo dana kas kecil yang sudah ditetapkan sebesar Rp. 2.000.000 dirasa
terlalu kecil maka pemegang kas kecil meminta penambahan saldo kas kecil sebesar
Rp. 1.000.000. Berarti saldo dana kas kecil yang baru menjadi Rp. 3.000.000. Maka
ayat jurnal yang dibuat adalah sebegai berikut:

Tanggal
Perkiraan
Debit
Kredit
0x-0x-0x
Dana Kas Kecil
                     Kas
1.000.000

1.000.000


7. REKONSILIASI BANK

Apabila setiap penerimaan uang disetor ke bank dan setiap pengeluaran uang (kecuali
yang jumlahnya relatif kecil) menggunakan cek maka rekening kas akan dapat
dibandingkan dengan laporan bank. Rekonsiliasi laporan bank berguna untuk mengecek ketelitian pencatatan dalam rekening kas dan catatan bank, selain itu untuk mengetahui penerimaan atau
pengeluaran yang belum dicatat oleh perusahaan. Dalam membuat rekonsiliasi laporan bank perlu diketahui bahwa yang direkonsiliasikan adalah catatan perusahaan dan bank, sehingga harus dibuat
perbandingan antara keduanya agar dapat diketahui perbedaan-perbedaan yang ada. Perbandingan ini dilakukan dengan cara debit rekening kas dibandingkan dengan kredit catatan bank yang bisa dilihat laporan bank kolom penerimaan, dan kredit rekening kas dibandingkan dengan debit catatan bank yang bisa dilihat dari laporan bank kolom pengeluaran.
Biasanya laporan bank diterima bulanan dan akan direkonsiliasikan dengan catatan
kas. Rekonsiliasi laporan bank sebaiknya dibuat oleh pegawai yang tidak mempunyai
kepentingan terhadap kas.

Hal-hal yang menimbulkan perbedaan antara saldo menurut catatan kas dengan saldo
menurut laporan bank dapat digolongkan sebagai berikut :

1. Elemen-elemen yang oleh perusahaan sudah dicatat sebagai penerimaan uang
tetapi belum dicatat oleh bank.
Contoh:
a. Setoran yang dikirimkan ke bank pada akhir bulan tetapi belum diterima
oleh bank sampai bulan berikutnya (setoran dalam perjalanan/deposit in
transit).
b. Setoran yang diterima oleh bank pada akhir bulan, tetapi dilaporkan
sebagai setoran bulan berikutnya, karena laporan bank sudah terlanjur
dibuat (setoran dalam perjalanan/deposit in transit).
c. Uang tunai yang tidak disetorkan ke bank (cash on hand).
d. Non Sufficient Check (NSC) yaitu cek yang tidak cukup dananya untuk
diuangkan.

2. Elemen-elemen yang sudah dicatat sebagai penerimaan oleh bank tetapi
belum dicatat oleh perusahaan.
Contoh:
a. Bunga yang diperhitungkan oleh bank terhadap simpanan, tetapi belum
dicatat dalam buku perusahaan (jasa giro).
b. Penagihan wesel oleh bank, sudah dicatat oleh bank sebagai penerimaan
tetapi perusahaan belum mencatatnya.

3. Elemen-elemen yang sudah dicatat oleh perusahaan sebagai pengeluaran
tetapi bank mencatatnya sebagai pengeluaran.
Contoh:
a. Cek-cek yang beredar (outstanding cheque) yaitu cek yang sudah
dikeluarkan oleh perusahaan dan sudah dicatat sebagai pengeluaran kas
tetapi oleh yang menerima belum diuangkan ke bank sehingga bank belum
mencatatnya sebagai pengeluaran.
b. Cek yang sudah ditulis dan sudah dicatat dalam jurnal pengeluaran uang
tetapi ceknya belum diserahkan kepada yang dibayar maka cek tersebut
belum merupakan pengeluaran oleh karena itu jurnal pengeluaran kas
harus dikoreksi pada akhir periode (cheque on hand).

4. Elemen-elemen yang sudah dicatat oleh bank sebagai pengeluaran tetapi
belum dicatat oleh perusahaan.
Contoh:
a. Cek dari langganan yang ditolak oleh bank karena kosong tetapi belum
dicatat oleh perusahaan.
b. Bunga yang diperhitungkan atas overdraft (saldo kredit kas) tetapi belum
dicatat oleh perusahaan.
c. Biaya jasa bank yang belum dicatat oleh perusahaan.
Selain keempat hal di atas, perbedaan antara saldo kas dengan saldo kas menurut
laporan bank dapat terjadi akibat kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam catatan
perusahaan maupun catatan bank. Untuk dapat membuat rekonsiliasi laporan
bank maka kesalahan-kesalahan yang ada harus dikoreksi.

Rekonsiliasi bank dapat dibuat dalam 2 macam cara yang berbeda :
1. Rekonsiliasi Saldo Akhir, yang dapat dibuat dalam 2 bentuk :
a. Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang
benar.
b. Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas
2. Rekonsiliasi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir, yang bisa
dibuat dalam 2 bentuk :
a. Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas (4 kolom)
b. Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang
benar (8 kolom)

Contoh Pengerjaan Laporan Rekonsiliasi Bank:

Saldo rekening Bank ALAMO di Buku Besar PT. SANDROS pada tanggal 31 Juli
2006 menunjukkan jumlah Rp.185.500. Saldo menurut rekening koran pada tanggal
tersebut adalah Rp.207.000. Setelah dilakukan pemeriksaan, perbedaan itu disebabkan
oleh hal-hal sebagai berikut:
a. Biaya administrasi bank untuk bulan Juli 2006 sebesar Rp.2.800 yang muncul di
rekening koran belum dicatat oleh perusahaan oleh karena nota debitnya belum
sampai.
b. Lima lembar cek berjumlah Rp.40.750 yang telah dibayarkan kepada para
pemasok (supplier) untuk melunasi utang ternyata masih belum diuangkan.
c. Cek yang ditarik oleh PT. SANDRA sebesar Rp.15.000 telah salah dibukukan
oleh bank ke dalam rekening PT. SANDROS
d. Kiriman uang dari langganan melalui transfer bank sebesar Rp.3.950 untuk
pelunasan utangnya belum dicatat dalam pembukuan perusahaan.
e. Cek nomor SR 5220 sebesar Rp.70.550 dicatat dalam pembukuan PT. SANDROS
dengan jumlah Rp.65.150

Diminta:
1. Buatlah rekonsiliasi bank untuk PT. SANDROS pada tanggal 31 Juli 2006
2. Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan.

GAMBAR 1.6
PT. SANDROS
Laporan Rekonsiliasi Bank
31 Juli 2006

Saldo menurut Bank                                                                                                   Rp. 207.000
Ditambah:
- Koreksi kesalahan Bank                    Rp. 15.000                                                               15.000

Rp. 222.000

Dikurangi:
- Cek yang masih beredar                     Rp. 40.750                                                      (Rp. 40.750)

Saldo yang benar                                                                                                         Rp. 181.250

Saldo menurut Perusahaan                                                                                         Rp. 185.500

Ditambah:
- Kiriman uang                                      Rp. 3.950                                                                    3.950
  Rp. 189.450


Dikurangi:
- Beban administrasi bank                    Rp. 2.800
- Koreksi kesalahan cek                               5.400
 Rp. 8.200                                                          (Rp. 8.200)

Saldo yang benar                                                                                                           Rp. 181.250



Ayat jurnal penyesuaian yang dibuat:

TANGGAL
PERKIRAAN
DEBIT
KREDIT
31-07-06
Kas di Bank
     Piutang Dagang
3.950

3.950
TANGGAL
PERKIRAAN
DEBIT
KREDIT
31-07-06
Beban administrasi bank
              Kas di Bank
2.800


2.800
TANGGAL
PERKIRAAN
DEBIT
KREDIT
31-07-06
Piutang Dagang
          Kas di Bank
5.400

5.400




No comments:

Post a Comment