1. Kecurangan dan pengedalian
internal
A. Kecurangan
Fraud atau Kecurangan adalah aksi yang tidak jujur yang dilakukan oleh
karyawan untuk keuntungan pribadi. Menurut Kieso, ada tiga hal yang menjadi
faktor utama seorang karyawan melakukan Fraud atau Kecurangan. Yang pertama
adalah Kesempatan (Opportunity), Desakan Keuangan (Financial Pressure), dan
Rasionalisasi (Rationalization).
B. Pengendalian
Internal
- Metode dan pengukuran yang diadopsi untuk:
1. Pengamanan aset.
2. Meningkatkan keakuratan dan keandalan pencatatan.
3. Eru efisiensi operasi, dan
4. Memastikan kepatuhan atas peraturan dan hukum.
1. Pengamanan aset.
2. Meningkatkan keakuratan dan keandalan pencatatan.
3. Eru efisiensi operasi, dan
4. Memastikan kepatuhan atas peraturan dan hukum.
- Sistem pengendalian internal memiliki lima komponen utama :
1. Lingkungan
pengendalian
Seperangkat standar, proses, dan struktur yang memberikan dasar untuk
melaksanakan pengendalian internal diseluruh organisasi.
2. Penilaian resiko
Proses dinamis dan berulang, dalam mengindentifikasi dan menilai resiko
untuk pencapaian tujuan.
3. Aktivitas
pengendalian
Tindakan yang dibentuk melalui kebijakan dan prosedur yang membantu
memastikan arah manajemen dalam mengurangimengurangi resiko terhadap pencapaian
tujuan.
4. Informasi dan
Komunikasi
Organisasi memperoleh atau menghasilkan dan menggunakan informasi yang
berkualitas dan relevan untuk mendukung fungsi pengendalian internal.
5. Aktivitas
pemantauan
Organisasi memilih, mengembangkan, dan melakukan evaluasi berkelanjutan
atau evaluasi terpisah untuk memastikan apakah komponen pengendalian internal
tersedia dan berfungsi.
2. Prinsip-prinsip
Pengendalian Internal
Meskipun
banyak perusahaan yang menetapkan prosedur pengendalian intern dengan “bahasa”
aturan yang berbeda-beda, namun pada umumnya masing-masing mengandung
prinsip-prinsip pokok pengendalian intern yang sama. Di antara prinsip- prinsip
pengendalian intern tersebut adalah:
1. Pembentukan pertanggungjawaban
(establishment of responsibility)
-
Manajemen harus menetapkan tanggung jawab secara jelas.
- Tiap orang memiliki tanggung jawab untuk tugas yang diberikan kepadanya.
- Pembentukan pertanggungjawaban meliputi otorisasi dan persetujuan atas suatu transaksi.
- Tiap orang memiliki tanggung jawab untuk tugas yang diberikan kepadanya.
- Pembentukan pertanggungjawaban meliputi otorisasi dan persetujuan atas suatu transaksi.
2. Pemisahan Tugas
- Tanggung jawab atas pekerjaan dan tugas harus diberikan kepada individu yang berbeda, (misalnya pemisahan tugas antara petugas yang mengurusi penyimpanan kas dengan petugas yang mengurusi pencatatan kas).
-
Tanggung jawab untuk memelihara catatan harus terpisah dengan tanggung jawab
untuk menjaga keadaan fisik kekayaan perusahaan.
3. Prosedur
dokumentasi harus dimiliki perusahaan
Dokumentasi yang baik diperlukan untuk melindungi kekayaan perusahaan dan menjamin bahwa semua karyawan melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan. Dokumentasi yang bisa dipercaya akan menjadi sumber informasi yang dapat digunakan manajemen untuk memonitor kegiatan operasi perusahaan.
Ada beberapa prinsip dalam prosedur dokumentasi, yaitu:
- Semua dokumen harus diberi nama terlebih dahulu (prenumbered) yang tercetak, dan semua dokumen harus dipertanggungjawabkan.
-
Dokumen sebagai bukti pencatatan akuntansi disampaikan ke bagian akuntansi
untuk menyakinkan bahwa transaksi telah dicatat tepat waktu.
4. Pengendalian Secara
Fisik, Mekanis dan Elektronik
Sebaiknya
perusahaan menerapkan pengendalian secara elektronik disamping cara mekanis dan
fisik untuk menjaga kekayaannya. Sebagai contoh penerapan pengendalian mekanis
adalah penggunaan kas register, cheque protector. Pengendalian mekanis
menggunakan brankas (peti besi), ruang khasanah (strong room) dan contoh
pengendalian elektronik adalah pemakaian mesin absensi elektronik sidik jari
yang terhubung dengan komputer, cctv (televisi monitor), alarms elektronik,
garment sensors
5. Verifikasi Intern
Independen
Meskipun
sistem pengendalian intern telah dirancang dengan baik, kemungkinan terjadinya
penyimpangan tetap saja bisa terjadi setiap saat. Misalnya kelelahan yang
terjadi terhadap karyawan bisa mengakibatkan prosedur-prosedur yang ditetapkan
diabaikan. Untuk itu diperlukan pengkajian ulang secara teratur dan
berkesinambungan agar prosedur-prosedur dapat dijalankan secara teratur, tertib
dan benar. Proses ini harus dilakukan oleh pemeriksa intern yang independen.
Pengendalian yang efektif dapat dicapai dengan membentuk bagian verifikasi yang bertugas mereview, merekonsiliasi serta menjaga pengendalian intern. Untuk itu harus dilakukan:
Pengendalian yang efektif dapat dicapai dengan membentuk bagian verifikasi yang bertugas mereview, merekonsiliasi serta menjaga pengendalian intern. Untuk itu harus dilakukan:
1.
Verifikasi secara periodik dan mendadak
2. Verifikasi oleh petugas
yang independent
3.
Penyampaian saran kepada manajer untuk tindakan koreksi
3. Keterbatasan
Pengendalian Internal
Keterbatasan
pengendalian intern adalah sebagai berikut:
1.
Adanya kemungkinan timbulnya beban (cost) untuk mendesain
pengendalian intern yang lebih besar dibandingkan manfaat yang diperoleh.
2. Adanya faktor sumber
daya manusia
3.
Besarnya ukuran perusahaan.
4. Penerapan Prinsip
Pengendalian Internal terhadap Penerimaan kas
Penerimaan
kas berasal dari :
1.
Penjualan tunai.
2.
Penagihan piutang dari konsumen.
3.
Penerimaan sewa, bunga dan deviden.
4.
Investasi pemilik.
5.
Pinjaman bank.
6.
Hasil penjualan dari aset tidak lancar.
a. Penerimaan langsung
a)
Penentuan tanggung jawab
Hanya karyawan yang
ditugaskan diizinkan untuk menangani penerimaan kas (kasir)
b) Pemisahan tugas
Individu yang berbeda
menerima kas, mencatat penerimaan kas dan memegang kas
c) Prosedur dokumentasi
Menggunakan pesan
pembayaran (kotak pos), regiter kas, dan bukti deposit
d) Pengendalian fisik
Menyimpan kasdi
brangkas atau deposit bank, akses terbatas untuk wilayah penyimpanan, gunakan
kas register
e) Verifikasi internal
independent
Supervisor menghitung
penerimaan kas harian, bendahara membandingkan total penerimaan dengan deposit
bank harian
f) Pengendalian SDM
Perikatan pegawai yang memegang kas, kebutuhan
karywan untuk mengambil
liburan, dan menyimpan seluruh kas di bank harian
liburan, dan menyimpan seluruh kas di bank harian
b. Penerimaan melalui
Kotak Pos/Surat
a)
Kotak pos harus dibuka oleh dua orang, daftar yang disiapkan,
dan setiap cek yang disahkan
b) Copy daftar, bersamaan
dengan cek dan pesan pembayaran, dikirim ke kasir departmen.
c) Kasir menambahkan cek
ke penerimaan langsung, menyiapkan laporan penerimaan kas harian dan melakukan
deposit bank harian.
d)
Copy daftar dikirim ke bendahara kantor untuk dibandingkan
dengan total yang ditunjukkan dalam laporan kas harian.
5. Penerapan prinsip
pengendalian internal terhadap pengeluaran kas
- Penentuan tanggung
jawab
Hanya pegawai yg ditunjuk diotirisasi untuk menandatangani cek
(bendhara) dan menyetujui pemasok
Hanya pegawai yg ditunjuk diotirisasi untuk menandatangani cek
(bendhara) dan menyetujui pemasok
- Pemisahan tugas
Individu yg berbebda yg mnyetujui, melakukan pembayaran, penandatangan cek tidak mencatat pengeluaran.
- Prosedur dokumentasi
Menggunakan cek bernomor, cek harus memeiliki faktur yg disetujui, membutuhkan
pegawai utk menggunakan kartu kredit perusahaan utk pengembalian beban.
- Pengendalian fisik
Simapn cek kosong di brangkas, dengan akses terbatas, cetak jumlah cek dgn mesin dgn tinta permanen.
Beberapa
prosedur pengawasan yang penting adalah sebagai berikut:
1. Semua pengeluaran uang menggunakan cek kecuali untuk pengeluaran- pengeluaran kecil dibayar dari kas kecil.
2. Dibentuk dana kas kecil yang diawasi dengan ketat.
3. Penulisan cek hanya dilakukan apabila didukung bukti-bukti yang lengkap atau dengan kata lain digunakan sistem voucher.
4. Dipisahkan antara orang-orang yang mengumpulkan bukti-bukti pengeluaran, yang menulis cek, yang menandatangani cek dan yang mencatat pengeluaran kas.
5. Diadakan pemeriksaan intern dengan jangka waktu yang tidak tertentu.
6. Diharuskan membuat kas harian.
1. Semua pengeluaran uang menggunakan cek kecuali untuk pengeluaran- pengeluaran kecil dibayar dari kas kecil.
2. Dibentuk dana kas kecil yang diawasi dengan ketat.
3. Penulisan cek hanya dilakukan apabila didukung bukti-bukti yang lengkap atau dengan kata lain digunakan sistem voucher.
4. Dipisahkan antara orang-orang yang mengumpulkan bukti-bukti pengeluaran, yang menulis cek, yang menandatangani cek dan yang mencatat pengeluaran kas.
5. Diadakan pemeriksaan intern dengan jangka waktu yang tidak tertentu.
6. Diharuskan membuat kas harian.
6.
DANA KAS KECIL (PETTY CASH FUND)
Dana kas kecil atau petty cash
fund adalah uang kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran
yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek. Dana
ini diserahkan kepada kasir kas kecil yang bertanggung jawab terhadap pembayaran-pembayaran
dari dana ini dan terhadap jumlah dana kas kecil. Jika jumlah kas kecil tinggal
sedikit, kasir kas kecil akan meminta agar dananya ditambah. Penambahan kas
kecil kadang-kadang dilakukan setiap periode tertentu misalnya mingguan.
Dalam hubungannya dengan kas
kecil ada dua metode yang digunakan yaitu:
1.
Sistem
Imprest
2.
Metode
Fluktuasi
1. Sistem Imprest (imprest fund method)
Dalam
sistem ini jumlah dalam rekening kas kecil selalu tetap, yaitu sebesar check
yang diserahkan kepada kasir kas kecil untuk membentuk dana kas kecil. Cek
tersebut diuangkan ke bank oleh kasir kas kecil dan uangnya digunakan untuk
membayar pengeluaran-pengeluaran kas kecil. Apabila jumlah kas kecil tinggal
sedikit dan juga pada akhir periode, kasir kas kecil akan minta pengisian
kembali kas kecilnya sebesar jumlah yang sudah dibayar dari kas kecil, sehingga
jumlah uang dalam kas kecil kembali seperti semula. Pengeluaran-pengeluaran kas
kecil baru dicatat pada saat pengisian kembali.
2.
Sistem
Fluktuasi (fluctuating fund method)
Dalam metode fluktuasi pembentukan dana kas kecil
dilakukan dengan cara yang sama seperti pada sistem imprest. Perbedaannya
dengan sistem imprest adalah bahwa dalam metode fluktuasi saldo rekening kas
kecil tidak tetap, tetapi berfluktuasi sesuai dengan jumlah pengisian kembali
dan pengeluaran-pengeluaran kas kecil. Pencatatan langsung dilakukan setiap
terjadinya pengeluaran-pengeluaran dari dana kas kecil. Berikut ini adalah
contoh pencatatan akuntansi dalam kas kecil: Dalam sebuah perusahaan yang
menyelenggarakan kas kecil berdasarkan imprest fund system, terdapat
transaksi-transaksi sebagai berikut:
4 Januari 2000 : Diserahkan selembar cek nomor 3542
sebesar Rp. 2.000.000,00 untuk membentuk kas kecil.
5 Januari 2000 : Dibayar biaya telegram Rp.
60.000,00
7 Januari 2000 : Dibeli tunai alat-alat tulis untuk
kantor Rp. 96.000,00
12 Januari 2000 : Dibayar biaya angkut sebesar Rp.
320.000,00
18 Januari 2000 : Dibayar biaya angkut sebesar Rp.
275.000,00
19 Januari 2000 : Dibayar uang makan untuk para
karyawan yang lembur Rp. 150.000,00
21 Januari 2000 : Dibeli dari kantor pos, materai
dan perangko sebesar Rp.102.000,00
22 Januari 2000 : Dibeli tunai alat-alat tulis
kantor Rp. 70.000,00
23 Januari 2000 : Dibayar biaya angkut sebesar Rp.
190.000,00 dan biaya upah bongkar sebesar Rp. 72.000,00
24 Januari 2000 : Dibayar untuk parkir dan biaya
serba-serbi Rp. 50.000,00
25 Januari 2000 : Dibayar biaya servis mesin-mesin
kantor Rp. 80.000,00
26 Januari 2000 : Diadakan pertanggungjawaban atas
pengeluaran-pengeluaran melalui kas kecil dan setelah itu diterima pengganti
dana dengan cek nomor 3575.
Diminta
:
Catatlah transaksi-transaksi tersebut di atas dalam
buku kas kecil. (untuk pencatatan dalam buku kas kecil, gunakanlah
perkiraan-perkiraan sebagai berikut: perlengkapan kantor; biaya pengangkutan;
biaya serba-serbi; biaya pos, telepon dan telegram; uang makan). Setelah itu
buatlah ayat-ayat jurnal yang diperlukan.
Jawaban
dengan metode imprest
Pencatatan transaksi dana kas kecil dengan
menggunakan metode imprest (dana tetap):
Ayat jurnal yang harus dibuat dalam transaksi
pembentukan dana kas kecil :
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
04-01-00
|
Dana Kas Kecil
Kas
|
2.000.000
|
2.000.000
|
(untuk mencatat pembentukan dana kas kecil sebesar Rp. 2.000.000
dengan menggunakan cek nomor 3542)
Ayat Jurnal yang harus dibuat dalam transaksi
pengisian kembali kas kecil:
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
26-01-00
|
Biaya
pos, telepon dan telegram
Perlengkapan
kantor
Biaya
pengangkutan
Biaya
pengangkutan
Uang
makan
Biaya
pos, telepon dan telegram
Perlengkapan
kantor
Biaya
pengangkutan
Biaya
serba-serbi
Biaya
serba-serbi
Kas
|
60.000
96.000
320.000
275.000
150.000
102.000
70.000
262.000
50.000
80.000
-
|
1.465.000
|
(untuk mencatat pengisian kembali
dana kas kecil sebesar Rp. 1.465.000 dengan menggunakan cek nomor 3575)
Setelah dilakukan pengisian kembali kas kecil maka
dana kas kecil akan bertambah lagi sebesar Rp. 1.465.000, sehingga saldo dana
kas kecil setelah pengisian kas kecil berjumlah Rp. 2.000.000 (besarnya sama
pada saat dibentuk).
Jawaban dengan
metode fluktuatif
Untuk sekedar
membandingkan kita akan mencoba melakukan pencatatan transaksi
dengan
menggunakan metode fluktuatif, berikut ini pencatatannya:
Ayat jurnal yang
harus dibuat dalam transaksi pembentukan dana kas kecil : (jurnal
yang dibuat
identik dengan metode imprest)
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
04-01-00
|
Dana Kas Kecil
Kas
|
2.000.000
|
2.000.000
|
(untuk
mencatat pembentukan dana kas kecil sebesar Rp. 2.000.000 dengan menggunakan
cek nomor 3542)
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
05-01-00
|
biaya
pos, telepon dan telegram
Dana Kas Kecil
|
60.000
|
60.000
|
(untuk mencatat pembayaran biaya
telegram Rp. 60.000)
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
07-01-00
|
Perlengkapan
kantor
Dana Kas Kecil
|
96.000
|
96.000
|
(untuk
mencatat pembelian tunai alat-alat tulis untuk kantor Rp. 96.000)
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
12-01-00
|
Biaya
pengangkutan
Dana Kas Kecil
|
320.000
|
320.000
|
(untuk
mencatat pembayaran biaya angkut sebesar Rp. 320.000,00)
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
18-01-00
|
Biaya
pengangkutan
Dana Kas Kecil
|
275.000
|
275.000
|
(untuk
mencatat pembayaran biaya angkut sebesar Rp. 275.000,00)
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
19-01-00
|
Uang
makan
Dana Kas Kecil
|
150.000
|
150.000
|
(untuk
mencatat pembayaran uang makan untuk para karyawan yang lembur Rp.
150.000,00)
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
21-01-00
|
biaya
pos, telepon dan telegram
Dana Kas Kecil
|
102.000
|
102.000
|
(untuk
mencatat pembelian dari kantor pos, materai dan perangko sebesar
Rp.102.000,00)
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
22-01-00
|
Perlengkapan
kantor
Dana Kas Kecil
|
70.000
|
70.000
|
(untuk
mencatat pembelian tunai alat-alat tulis kantor Rp. 70.000,00
)
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
23-01-00
|
Biaya
pengangkutan
Dana Kas Kecil
|
262.000
|
262.000
|
(untuk
mencatat pembayaran biaya angkut sebesar Rp. 190.000,00 dan biaya upah
bongkar
sebesar Rp. 72.000,00)
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
24-01-00
|
Biaya
serba-serbi
Dana Kas Kecil
|
50.000
|
50.000
|
(untuk
mencatat pembayaran parkir dan biaya serba-serbi Rp. 50.000,000)
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
25-01-00
|
Biaya
serba-serbi
Dana Kas Kecil
|
80.000
|
80.000
|
(untuk
mencatat pembayaran biaya servis mesin-mesin kantor Rp. 80.000,00)
Pengisian
kembali kas kecil untuk metode fluktuatif tidak sebesar jumlah dana kas
kecil yang
dikeluarkan namun sebesar permintaan kasir pemegang kas kecil secara
bebas. Sebagai
contoh bila jumlah yang diminta kasir kas kecil untuk pengisian
kembali kas
kecil sebesar Rp. 1.750.000, maka dengan demikian saldo kas kecil akan
berubah menjadi
Rp. 2.285.000 (jumlah ini berbeda dengan saldo kas kecil pada saat
dibentuk).
Pengisian
Kembali Dana Kas Kecil yang Lupa Dilakukan
Dalam praktek dunia bisnis
kadang-kadang terjadi kasir kas kecil lupa meminta
pengisian kembali kas kecil pada
akhir periode akuntansi sehingga akan menimbulkan
masalah yaitu dana kas kecil
tidak dapat digunakan lagi atau diisi lagi pada awal
periode akuntansi berikutnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut
diperlukan teknik dengan membuat jurnal
pembalik. Untuk mempermudah
pemahaman anda maka akan saya gambarkan
bagaimana cara mencatat kejadian
ini dengan menggunakan contoh soal tersebut di
atas.
Ayat Jurnal yang harus dibuat dalam
transaksi “pengisian kembali kas kecil yang
lupa dilakukan”.
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
31-01-00
|
Biaya
pos, telepon dan telegram
Perlengkapan
kantor
Biaya
pengangkutan
Biaya
pengangkutan
Uang
makan
Biaya
pos, telepon dan telegram
Perlengkapan
kantor
Biaya
pengangkutan
Biaya
serba-serbi
Biaya
serba-serbi
Dana Kas Kecil
|
60.000
96.000
320.000
275.000
150.000
102.000
70.000
262.000
50.000
80.000
-
|
-
1.465.000
|
(untuk mencatat penutupan
rekening dana kas kecil)
Dengan pembuatan
ayat jurnal tersebut maka dari sisi akuntansi sudah tidak ada
masalah karena
pos-pos laporan keuangan sudah bisa dipertanggung jawabkan pada
akhir periode
akuntansi, namun demikian bila kita akan melanjutkan pengelolaan
dana kas kecil
pada awal periode berikutnya pasti terjadi masalah karena jurnal
penutupan dana
kas kecil di atas sudah tidak dapat diisi kembali secara akuntansi.
Untuk dapat
menyelesaikan masalah ini yang harus kita lakukan adalah dengan cara
membuat jurnal
pembalik agar dana kas kecil tersebut bisa diisi kembali, berikut cara
pembuatannya:
Ayat Jurnal
Pembalik:
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
1-02-01
|
Dana
Kas kecil
Biaya pos,
telepon dan telegram
Perlengkapan
kantor
Biaya
pengangkutan
Biaya
pengangkutan
Uang makan
Biaya pos,
telepon dan telegram
Perlengkapan
kantor
Biaya
pengangkutan
Biaya
serba-serbi
Biaya
serba-serbi
|
1.465.000
-
|
-
60.000
96.000
320.000
275.000
150.000
102.000
70.000
262.000
50.000
80.000
|
Saldo Dana Kas
Kecil Terlalu Besar atau Terlalu Kecil
Pemegang dana
kas kecil di perusahaan adalah operator kas kecil yang bertanggung
jawab terhadap
operasional penggunaan kas kecil dalam kegiatan pembayaran
perusahaan,
pemegang kas kecil bertugas melaporkan setiap penggunaan dan
mempertanggung
jawabkannya. Dalam praktek pemegang kas kecil kadang-kadang
dihadapkan pada
jumlah saldo kas kecil yang terlalu besar dan atau justru terlalu
kecil. Untuk itu
perlu adanya penyesuaian jumlah saldo yang dikelola oleh pemegang
dana kas kecil
agar sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Bila saldo kas
kecil terlalu besar
Misalnya saldo
dana kas kecil ditetapkan sebesar Rp. 2.000.000, tapi pemegang kas
kecil merasa jumlah
kas kecil terlalu besar sehingga meminta pengurangan saldo kas
kecil sebesar
Rp. 500.000. Berarti saldo dana kas kecil yang baru menjadi
Rp.1.500.000.
Maka ayat jurnal yang dibuat adalah sebegai berikut:
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
0x-0x-0x
|
Kas
Dana Kas Kecil
|
500.000
|
500.000
|
Bila saldo kas
kecil terlalu kecil
Misalnya saldo
dana kas kecil yang sudah ditetapkan sebesar Rp. 2.000.000 dirasa
terlalu kecil
maka pemegang kas kecil meminta penambahan saldo kas kecil sebesar
Rp. 1.000.000. Berarti
saldo dana kas kecil yang baru menjadi Rp. 3.000.000. Maka
ayat jurnal yang
dibuat adalah sebegai berikut:
|
Tanggal
|
Perkiraan
|
Debit
|
Kredit
|
|
0x-0x-0x
|
Dana Kas Kecil
Kas
|
1.000.000
|
1.000.000
|
7. REKONSILIASI BANK
Apabila setiap
penerimaan uang disetor ke bank dan setiap pengeluaran uang (kecuali
yang jumlahnya
relatif kecil) menggunakan cek maka rekening kas akan dapat
dibandingkan
dengan laporan bank. Rekonsiliasi laporan bank berguna untuk mengecek
ketelitian pencatatan dalam rekening kas dan catatan bank, selain itu untuk
mengetahui penerimaan atau
pengeluaran yang
belum dicatat oleh perusahaan. Dalam membuat rekonsiliasi laporan bank perlu
diketahui bahwa yang direkonsiliasikan adalah catatan perusahaan dan bank,
sehingga harus dibuat
perbandingan
antara keduanya agar dapat diketahui perbedaan-perbedaan yang ada. Perbandingan
ini dilakukan dengan cara debit rekening kas dibandingkan dengan kredit catatan
bank yang bisa dilihat laporan bank kolom penerimaan, dan kredit rekening kas
dibandingkan dengan debit catatan bank yang bisa dilihat dari laporan bank
kolom pengeluaran.
Biasanya laporan
bank diterima bulanan dan akan direkonsiliasikan dengan catatan
kas.
Rekonsiliasi laporan bank sebaiknya dibuat oleh pegawai yang tidak mempunyai
kepentingan
terhadap kas.
Hal-hal yang
menimbulkan perbedaan antara saldo menurut catatan kas dengan saldo
menurut laporan
bank dapat digolongkan sebagai berikut :
1.
Elemen-elemen yang oleh perusahaan sudah dicatat sebagai penerimaan uang
tetapi
belum dicatat oleh bank.
Contoh:
a. Setoran yang
dikirimkan ke bank pada akhir bulan tetapi belum diterima
oleh bank sampai
bulan berikutnya (setoran dalam perjalanan/deposit in
transit).
b. Setoran yang
diterima oleh bank pada akhir bulan, tetapi dilaporkan
sebagai setoran
bulan berikutnya, karena laporan bank sudah terlanjur
dibuat (setoran
dalam perjalanan/deposit in transit).
c. Uang tunai
yang tidak disetorkan ke bank (cash on hand).
d. Non
Sufficient Check (NSC) yaitu cek yang tidak cukup dananya untuk
diuangkan.
2.
Elemen-elemen yang sudah dicatat sebagai penerimaan oleh bank tetapi
belum
dicatat oleh perusahaan.
Contoh:
a. Bunga yang
diperhitungkan oleh bank terhadap simpanan, tetapi belum
dicatat dalam
buku perusahaan (jasa giro).
b. Penagihan
wesel oleh bank, sudah dicatat oleh bank sebagai penerimaan
tetapi
perusahaan belum mencatatnya.
3.
Elemen-elemen yang sudah dicatat oleh perusahaan sebagai pengeluaran
tetapi
bank mencatatnya sebagai pengeluaran.
Contoh:
a. Cek-cek yang
beredar (outstanding cheque) yaitu cek yang sudah
dikeluarkan oleh
perusahaan dan sudah dicatat sebagai pengeluaran kas
tetapi oleh yang
menerima belum diuangkan ke bank sehingga bank belum
mencatatnya
sebagai pengeluaran.
b. Cek yang
sudah ditulis dan sudah dicatat dalam jurnal pengeluaran uang
tetapi ceknya
belum diserahkan kepada yang dibayar maka cek tersebut
belum merupakan
pengeluaran oleh karena itu jurnal pengeluaran kas
harus dikoreksi
pada akhir periode (cheque on hand).
4. Elemen-elemen
yang sudah dicatat oleh bank sebagai pengeluaran tetapi
belum dicatat
oleh perusahaan.
Contoh:
a. Cek dari
langganan yang ditolak oleh bank karena kosong tetapi belum
dicatat oleh
perusahaan.
b. Bunga yang
diperhitungkan atas overdraft (saldo kredit kas) tetapi belum
dicatat oleh
perusahaan.
c. Biaya jasa
bank yang belum dicatat oleh perusahaan.
Selain keempat
hal di atas, perbedaan antara saldo kas dengan saldo kas menurut
laporan bank
dapat terjadi akibat kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam catatan
perusahaan
maupun catatan bank. Untuk dapat membuat rekonsiliasi laporan
bank maka
kesalahan-kesalahan yang ada harus dikoreksi.
Rekonsiliasi
bank dapat dibuat dalam 2 macam cara yang berbeda :
1. Rekonsiliasi
Saldo Akhir, yang dapat dibuat dalam 2 bentuk :
a. Laporan
rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang
benar.
b. Laporan
rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas
2. Rekonsiliasi
saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir, yang bisa
dibuat dalam 2
bentuk :
a. Laporan
rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas (4 kolom)
b. Laporan
rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang
benar (8 kolom)
Contoh
Pengerjaan Laporan Rekonsiliasi Bank:
Saldo rekening
Bank ALAMO di Buku Besar PT. SANDROS pada tanggal 31 Juli
2006 menunjukkan
jumlah Rp.185.500. Saldo menurut rekening koran pada tanggal
tersebut adalah
Rp.207.000. Setelah dilakukan pemeriksaan, perbedaan itu disebabkan
oleh hal-hal
sebagai berikut:
a. Biaya
administrasi bank untuk bulan Juli 2006 sebesar Rp.2.800 yang muncul di
rekening koran
belum dicatat oleh perusahaan oleh karena nota debitnya belum
sampai.
b. Lima lembar
cek berjumlah Rp.40.750 yang telah dibayarkan kepada para
pemasok (supplier)
untuk melunasi utang ternyata masih belum diuangkan.
c. Cek yang
ditarik oleh PT. SANDRA sebesar Rp.15.000 telah salah dibukukan
oleh bank ke
dalam rekening PT. SANDROS
d. Kiriman uang
dari langganan melalui transfer bank sebesar Rp.3.950 untuk
pelunasan
utangnya belum dicatat dalam pembukuan perusahaan.
e. Cek nomor SR
5220 sebesar Rp.70.550 dicatat dalam pembukuan PT. SANDROS
dengan jumlah
Rp.65.150
Diminta:
1. Buatlah
rekonsiliasi bank untuk PT. SANDROS pada tanggal 31 Juli 2006
2. Buatlah
jurnal penyesuaian yang diperlukan.
GAMBAR 1.6
PT.
SANDROS
Laporan
Rekonsiliasi Bank
31
Juli 2006
Saldo menurut
Bank Rp.
207.000
Ditambah:
- Koreksi
kesalahan Bank Rp.
15.000 15.000
Rp. 222.000
Dikurangi:
- Cek yang masih
beredar Rp. 40.750 (Rp.
40.750)
Saldo yang benar
Rp. 181.250
Saldo menurut
Perusahaan Rp. 185.500
Ditambah:
- Kiriman uang Rp. 3.950 3.950
Rp. 189.450
Dikurangi:
- Beban
administrasi bank Rp. 2.800
- Koreksi
kesalahan cek 5.400
Rp. 8.200 (Rp. 8.200)
Saldo yang benar
Rp. 181.250
Ayat jurnal
penyesuaian yang dibuat:
|
TANGGAL
|
PERKIRAAN
|
DEBIT
|
KREDIT
|
|
31-07-06
|
Kas
di Bank
Piutang Dagang
|
3.950
|
3.950
|
|
TANGGAL
|
PERKIRAAN
|
DEBIT
|
KREDIT
|
|
31-07-06
|
Beban
administrasi bank
Kas di Bank
|
2.800
|
2.800
|
|
TANGGAL
|
PERKIRAAN
|
DEBIT
|
KREDIT
|
|
31-07-06
|
Piutang
Dagang
Kas di Bank
|
5.400
|
5.400
|
No comments:
Post a Comment