Monday, December 3, 2018

RANGKUMAN KELOMPOK 8

Siklus Akutansi Perusahaan Dagang

A.     Pengertian
Perusahaan dagang adalah kegiatan utama yang diberikan kepada konsumen berupa barang.
Perusahaan jasa adalah kegiatan utama yang diberikan kepada konsumen berupa jasa.
jasa
Barang dagangan
Berubah-ubah
Tetap
Tidak berwujud
Berwujud
Tidak dapat disimpan
Dapat disimpan
Tidak dapat dipisahkan
Dapat dipisahkan
B.     Transaksi Perusahaan Dagang
1.      Syarat Pembayaran .
Syarat End Of Month (EOM)
Syarat n/30
2/10, n/30
Harga neto faktur harus dibayar paling lambat pada akhir bulan terjadinya transaksi.
Pembayaran dilakukan selambat-lambatnya 30 hari setelah tanggal terjadinya transaksi sebesar harga faktur
Pembeli akan mendapatkan potongan 2 % dari total pembelian paling lambat 10 hari sejak tanggal pembelian, dengan jangka waktu pembayaran 30 hari.
2.      Syarat Penyerahan Barang
Franco Gudang Penjual
Franco Gudang Pembeli
Cost Insurance and Freight
Barang dagangan diserahkan digudang penjual.
Barang dagangan diserahkan digudang pembeli.
Pihak penjual harus menanggung beban pengiriman barang dan premi asuransi kerugian barang yang dikirim.
3.      Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagangan
FIFO
LIFO
AVERAGE
Perusahaan akan menggunakan persediaan barang yang lama/ pertama masuk untuk dijual terlebih dahulu.
Perusahaan akan menggunakan persediaan barang yang baru/terakhir masuk untuk dijual terlebih dahulu.
Perusahaan akan menggunakan persediaan barang yang ada di gudang untuk dijual tanpa memperhatikan barang mana yang masuklebih awal atau akhir.
C.     Akun Perusahaan Dagang
1.      Akun Pembelian
2.      Akun Persediaan Barang Dagangan
3.      Akun Retur Pembelian dan Pengurangan Harga
4.      Akun Potongan Pembelian
5.      Akun Beban Angkut Pembelian
6.      Akun Penjualan
7.      Akun Potongan Penjualan
8.      Akun Retur Penjualan dan Pengurangan Harga
9.      Akun Beban Angkut Penjualan
D.     Tahap Pencatatan Akuntansi Perusahaan dagangan
1.      Jurnal khusus
Transaksi retur pembelian dan retur penjualan.
2.      Jurnal Pembelian
(Nama Perusahaan)
   Jurnal Pembelian
          (Periode)
Tanggal
Keterangan
Syarat Pembayaran
Ref
Debit
Kredit
Pembelian
Perlengkapan
Serba-Serbi
Utang dagang
Ref.
Ket.
Jumlah
3.      Jurnal Penjualan (Sales Journal)
(Nama Perusahaan)
    Jurnal Penjualan
          (Periode)
Tanggal
Nomor Pembayaran
Keterangan
Ref.
Syarat Pembayaran
Piutang Dagang (D)
Penjualan (K)




4.      Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipts Journal)
      (Nama Perusahaan)
    Jurnal Penerimaan Kas
              (Periode)
Tanggal
Keterangan
Ref
Debit
Kredit
Pembelian
Perlengkapan
Serba-Serbi
Utang dagang
Ref.
Ket.
Jumlah
5.      Jurnal Pengeluaran kas (Cash Payment Journal)
(Nama Perusahaan)
                                        Jurnal Pengeluaran Kas
                                                  (Periode)
Tanggal
Keterangan
Ref
Debit
Kredit
Pembelian
Utang dagang
Serba-Serbi
Kas
Potongan Pembelian
Ket.
Jumlah
E.      Buku Besar
a.       Buku Besar Utama merupakan kumpulan akun yang yang saling berkaitan dan menjadi satu kesatuan yang digunakan dalam proses akutansi sebuah perusahaan.
b.      Buku Besar Pembantu dibuat untuk mencatat perincian yang ada di dalam buku besar utama yang bersangkutan.
F.      Tahap Pengikhtisaran Akuntansi Perusahaan Dagang
1.      Neraca Saldo : perkiraan buku besar
2.      Jurnal Penyesuaian : penyesuaian tentang catatan atau fakta sebenarnya pada akhir periode tertentu.
3.      Kertas kerja : suatu daftar tempat pencatatan neraca saldo, penyesuaian serta penggolongan akun buku besar yang dipergunakan sebagai alat bantu untuk menyusun laporan keuangan.
G.     Tahap Pelaporan Akuntansi Perusahaan Dagang
1.      Harga Pokok Penjualan
-          Persediaan awal barang dagangan
-          Persediaan akhir barang dagangan
-          Pembelian bersih
Rumus HPP :
Persediaan Barang – Persediaan Akhir = Harga Pokok penjualan
Rumus pembelian bersih :
(pembeliaan + ongkos angkut pembelian) – (retur pembelian + potongan pembelian) = pembelian bersih
Rumus persediaan barang :
Persediaan awal + pembelian bersih = persedian barang
2.      Laporan Laba/Rugi
a.      Single Step Income Statement
Pada bentuk Single Step, seluruh pendapatan dan keuntungan maupun yang termasuk dalam unsure operasi diletakkan pada awal laporan laba rugi diikuti dengan seluruh biaya dan kerugian yang termasuk kategori operasi.
b.      Multiple Step Income Statement
Dalam laporan ini transaksi operasi di pisah dengan transaksi non operasi, juga menandingkan biaya dan beban dengan pendapatan yang berhubungan.  Ketika laba operasonal diungkapkan makan akan terlihat perbedaan antara aktivitas biasa dengan aktivitas yang tidak biasa atau insidentil.
3.      Laporan Perubahan Modal
Yaitu laporan keuangan yang mengungkapkan perubahan modal atau ekuitas yang terjadi dalam satu periode akuntansi.
4.      Laporan Arus Kas
a.       Kas aktivitas operasi
Contoh dari kas aktivitas operasi yaitu pembayaran dan pendapatan piutang, pembayaran gaji, pengeluaran operasional, dan lain sebagainya. Laporan kas dari aktivitas operasi terdiri dari kegiatan atau operasi utama pada sebuah perusahaan yang secara langsung berimbas pada kas.
b.      Kas aktivitas investasi
Merupakan laporan kas keuangan yang berkaitan dengan perolehan penjualan dan pembelian aktiva tetap atau aktiva permanen.
c.       Kas aktivitas pendanaan
Laporan keuangan arus kas yang berhubungan dengan investasi pemilik, peminjaman dana, dan pengambilan uang oleh pemilik.
5.      Jurnal Penutup
Menutup pendapatan, yaitu semua rekening pendapatan di debit sebesar saldo masing-masing rekening, sedangkan rekening ikhtisar laba rugi di kredit sebesar jumlah semua rekening pendapatan
Menutup beban, yaitu semua beban di kredit sebesar saldo tiap rekening dan rekening ikhtisar laba rugi di debit sebesar jumlah total rekening beban
Menutup perkiraan ikhtisar laba rugi, yaitu jika total sisi debit lebih kecil daripada kredit

No comments:

Post a Comment