Saturday, November 10, 2018

PENGANTAR AKUTANSI KELOMPOK 5


Neraca Saldo

1. Pengertian Neraca Saldo

            Neraca saldo atau yang dikenal dengan Trial Balance adalah daftar yang berisi kumpulan seluruh akun atau perkiraan buku besar. Neraca Saldo bertujuan untuk mempersiapkan data transaksi dalam menyajikan laporan keuangan. Selain itu, Neraca saldo digunakan untuk menguji kebenaran pendebitan dan pengkreditan akun buku besar.

Ketika kolom debit dan kredit menunjukkan nilai yang sama, tidak berarti seluruh pencatatan neraca saldo sudah benar. Ada kemungkinan terjadi kesalahan
- kesalahan antara lain ada transaksi yang tidak dicatat dalam buku besar karena lupa atau sengaja tidak dicatat, terjadinya kesalahan pencatatan nominal uang dalam buku besar, kesalahan dalam melakukan pendebitan atau pengkreditan akun, serta terjadi kesalahan yang saling menutupi.

2.    Penyusunan Neraca Saldo

            Saldo – saldo buku besar bersifat sementara dan menjadi dasar penyusunan neraca saldo. Penyusunan Neraca Saldo biasanya dilakukan pada akhir bulan atau akhir periode akuntansi,. Penyusunan Neraca Saldo bergantung pada bentuk akun di buku besar. Jika buku besar berbentuk stafel, Neraca Saldo dapat disusun dengan memasukkan jumlah saldo yang sudah tersedia pada setiap akun dibuku besar. Jika akun buku besar berbentuk skontro atau T, saldo setiap akun di buku besar harus dihitung dahulu.

Langkah – Langkah Penyusunan Neraca Saldo sebagai berikut :

a.    Menghitung saldo tiap - tiap akun buku besar.

l  Menjumlah sisi debit dan kredit dari akun buku besar, selanjutnya menentukan saldo tiap - tiap akun
l  Memindahkan saldo tiap - tiap akun buku besar berbentuk stafel sesuai letak debit dan kredit.
b.   Menyusun saldo tiap - tiap akun buku besar dalam neraca saldo sesuai nomor kode akun.


Jurnal Koreksi Kesalahan

Apa Itu Jurnal Koreksi?

Jurnal koreksi dibuat apabila terdapat kekeliruan dalam pencatatan yang dilakukan. Jurnal koreksi disebut juga Jurnal Pembetulan. Hal ini karena fungsi dari jurnal ini adalah untuk membetulkan jurnal yang terlanjur salah dibuat, baik karena salah angka ataupun salah akun. Sehingga Jurnal Koreksi ini bersifat wajib.
Perlu diingat ya, Jurnal Koreksi ini berbeda dengan jurnal penyesuaian. Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan nilai dari saldo akun tertentu agar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Akun yang perlu disesuaikan biasanya akun biaya akrual (menyegerakan pengakuan biaya) dan akun biaya deferal (pengakuan biaya yang ditunda).

Tipe Kesalahan

Secara garis besar, terdapat dua jenis kesalahan :
a.  Pertama, kesalahan pada periode berjalan. Biasanya kesalahan ini berupa salah klasifikasi akun dan atau salah jumlah.
b. Kedua, kesalahan untuk periode yang berbeda. Di mana, kesalahan pada periode sebelumnya dapat terbawa ke periode selanjutnya, jika kesalahan berpengaruh pada laporan neraca atau laporan laba rugi. Kesalahan yang berpengaruh pada neraca harus dikoreksi, hal ini karena akun - akun pada neraca tidak ada tutup buku. Sementara kesalahan yang berpengaruh pada laba rugi tidak perlu dikoreksi, karena pada akhir periode akun - akun tersebut sudah di nol kan jadi tidak terbawa pada periode berikutnya.







Langkah Membuat Jurnal Koreksi

Untuk membuat Jurnal Koreksi, ada tiga langkah sebagai berikut :
A. Membuat Jurnal Penghapusan
Langkah pertama untuk membuat Jurnal Koreksi adalah membuat jurnal penghapusan terlebih dahulu. Jurnal salah yang telah dibuat sebelumnya harus dihapus. Caranya dengan membalik posisi akun dan saldonya.
B. Membuat Jurnal Sebenarnya
Langkah selanjutnya yang harus Anda buat adalah membuat jurnal yang benar atau jurnal yang seharusnya dibuat.
C. Membuat Jurnal Koreksi
Jurnal Koreksi dibuat berdasarkan penggabungan dari tahap pertama, jurnal penghapusan dan tahap kedua, jurnal yang sebenarnya. Jadi untuk membuat Jurnal Koreksi, langkah pertama dan langkah kedua ditandingkan sehingga menghasilkan Jurnal Koreksi.














Contoh Soal Ilustasi :
Soal 1
Pada tanggal 15 Januari 2017, PT Pendidikan Maju harus membayar fee pengajar sebesar Rp1.800.000. Atas transaksi tersebut, karyawan bagian akuntansi membuat jurnal akuntansi sebagai berikut :


Debit
Kredit
Fee pengajar
Rp1.500.000
         -
   Kas
         -
Rp1.500.000

Setelah diperiksa ternyata terdapat kesalahan dalam pencatatan jurnal transaksi di atas. Pada jurnal di atas, nilai nominal yang seharusnya Rp1.800.000, dicatat Rp1.500.000. Jadi ada kekurangan pencatatan sebesar Rp300.000,-.


Debit
Kredit
Fee pengajar
Rp1.500.000
         -
   Kas
 -
Rp1.500.000

Ditambahkan dengan

Debit
Kredit
Fee pengajar
Rp300.000
       -
   Kas
        -
Rp300.000



Soal 2
Pada tanggal 6 Februari, perusahaan membeli perlengkapan kantor sebesar Rp 120.000 secara kredit. Transaksi tersebut ternyata dibukukan ke perkiraan kas yang berarti pembelian tunai. Tanggal 10 Februari diketahui kesalahan tersebut dan dibuat Jurnal Koreksi.
A. Jurnal yang salah
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Februari
6
Perlengkapan Kantor
15
120.000



Kas
11

120.000
B. Jurnal yang seharusnya
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Februari
6
Perlengkapan Kantor
15
120.000



Hutang Dagang
21

120.000
C. Jurnal Koreksi
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Februari
10
Kas
11
120.000



Hutang Dagang
21

120.000


Koreksi tanggal 6














Soal 3
Pada tanggal 12 Februari perusahaan membeli sejumlah peralatan kantor sebesar Rp 520.000 secara tunai. Ternyata transaksi tersebut dijurnal dan dibukukan sebagai pembelian secara kredit perlengkapan kantor dengan nilai 250.000. Kesalahan ini ditemukan pada tanggal 18 februari.
A. Jurnal yang salah
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Februari
12
Perlengkapan Kantor
15
250.000



Hutang Dagang
21

250.000
B. Jurnal yang seharusnya
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Februari
12
Peralatan Kantor
18
520.000



Kas
11

520.000
C. Jurnal Koreksi
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Februari
18
Perlengkapan Kantor
18
520.000



Hutang Dagang
21
250.000



         Kas


520.000


          Perlengkapan Kantor


250.000










Soal 4
PT ABC membeli barang dagangan ke pemasok sebesar 50.000.000 secara tunai. Namun, akuntan keliru mencatat nya sebagai pembelian peralatan kantor.
Jurnal yang dibuat PT. ABC :

Peralatan Kantor (D)
50.000.000

        Kas (K)

50.000.000

A.  Membuat Jurnal Penghapusan

Kas (D)
50.000.000

        Peralatan Kantor (K)

50.000.000

B. Membuat Jurnal yang benar

Pembelian (D)
50.000.000

        Kas (K)

50.000.000

C. Membuat Jurnal Koreksi

Pembelian (D)
50.000.000

        Peralatan Kantor (K)

50.000.000


No comments:

Post a Comment