Sunday, June 30, 2019

KELOMPOK 12

Menurut Soemarso (2002:21), analisis laporan keuangan (financial statement analysis) pada
hakikatnya adalah menghubungkan angka angka yang terdapat dalam laporan keuangan dengan
angka lain atau menjelaskan arah perubahan (trend)nya. Menganalisis laporan keuangan berarti
mengevaluasi 3 karakteristik : likuiditasnya, perfitabilitasnya dan solvabilitasnya. 
Cara menganalisis laporan keuangan
Beragam cara digunakan untuk mengevaluasi pentingnya data laporan keuangan. 3 cara yang
umum digunakan adalah sebagai berikut:
 Analisis horizontal mengavaluasi serangkaian data laporan keuangan selama periode
waktu tertentu.
 Analisis vertikal mengevaluasi laporan keuangan dengan menyatakan setiap pos dalam
laporan keuangan sebagai persentase dari jumlah yang akan menjadi dasar.
 Analisi rasio  menyatakan diantara pos pos yang dipilih dari data laporan keuangan.
Analisis horizontal umumnya digunakan pada perbandingan di dalam perusahaan. Analisis
vertikan digunakan baik pada perbandingan di dalam perusahaan maupun antar perusahaan.
Analisis rasio digunakan pada 3 cara perbandingan 
Analisis Horizontal
Analisis horizontal (horizontal analysis), yang juga disebut analisis tren (trend analysis) adalah
sebuah teknik untuk mengevaluasi serangkaian data laporan keuangan selama periode waktu
tertentu. Tujuannya adalah untuk menentukan kenaikan atau penurunan yang telah terjadi.
Perubahan ini dapat dinyatakan baik dalam jumlah maupun persentase
Rumus untuk analisis horizontal atas perubahan sejak periode dasar
π‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘—π‘Žπ‘˜ π‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘œπ‘‘π‘’ π‘‘π‘Žπ‘ π‘Žπ‘Ÿ =
π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 𝑖𝑛𝑖 − π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘Žβ„Žπ‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘ π‘Žπ‘Ÿ
π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘Žβ„Žπ‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘ π‘Žπ‘Ÿ
Analisis Vertial
Analisis vertikan (vertikal analysis), juga disebut analisis ukuran umum (common size analysis)
adalah sebuah teknik untuk mengevaluasi data laporan keuangan yang menyatakan setiap pos
dalam sebuah laporan keuangan yang menyatakan sebagai persentase dari jumlah dasar. 
Analisis Rasio
Analisis Rasio (ratio analysis) menyatakan hubungan diantara pos-pos tertentu dari data laporan
keuangan. Sebuah rasio (ratio) menyatakan hubungan matematika antara satu kuantitas dengan
yang lainnya. Hubungan tersebut dinyatakan dalam bentuk persentase, tingkat, atau proporsi
sederhana. Pada pembahasan rasio kita akan menggunakan jenis-jenis perbandingan berikut ini:
1. Perbandingan intra perusahaan
2. Perbandingan rata-rata industri
3. Perbandingan antar perusahaan
 Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas(liquidity ratio) mengukur kemampuan jangka pendek perusahaan untuk membayar
kewajibannya yang telah jatuh tempo dan memenuhi kebutuhan kas yang tak terduga. Para kreditor jangka
pendek seperti bankir dan pemasok terutama tertarik untuk menilai likuiditas. Rasio-rasio yang dapat
digunakan untuk menentukan pembayaran utang jangka pendek perusahaan adalah rasio lancar, rasio
cepat, perputaran piutang, dan perputaran persediaan.
1. Rasio Lancar
Rasio lancar(current ratio) adalah pengukuran yang digunakan secara luas untuk mengevaluasi
likuiditas perusahaan dan kemampuan membayar utang jangka pendek. Rasio tersebut dihitung
dengan membagi aset lancar dengan kewajiban jangka pendek.
π‘…π‘Žπ‘ π‘–π‘œ πΏπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ =
𝐴𝑠𝑒𝑑 πΏπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ
πΎπ‘’π‘€π‘Žπ‘—π‘–π‘π‘Žπ‘› π½π‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Ž π‘ƒπ‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜
 Rasio lancar terkadang disebut sebagai rasio modal kerja (Working Capital Ratio) karena modal kerja
merupakan selisih antara aset lancar dengan kewajiban jangka pendek. Rasio lancar adalah indikator
likuiditas yang lebih dapat diandalkan dibandingkan modal kerja.
2. Rasio cepat
Rasio cepat adalah pengukuran likuiditas jangka pendek segera perusahaan. Rasio ini dihitung dengan
membagi jumlah dari kas, investasi jangka pendek, dan piutang bersih dengan kewajiban jangka
pendek.

3. Perputaran piutang
π‘…π‘Žπ‘ π‘–π‘œ πΆπ‘’π‘π‘Žπ‘‘ =
π‘˜π‘Žπ‘  + π‘–π‘›π‘£π‘’π‘ π‘‘π‘Žπ‘ π‘–  π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Ž π‘π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ + π‘π‘–π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” (π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž)
π‘˜π‘’π‘€π‘Žπ‘—π‘–π‘π‘Žπ‘› π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Ž π‘π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜

Perputaran piutang (receivables turnover) adalah rasio yang digunakan untuk menilai likuiditas
piutang. Rasio ini mengukur berapa kali rata rata piutang dapat tertagih selama satu periode.
Perputaran piutang dihitung dengan membagi penjualan kredit bersih (penjualan bersih – penjualan
tunai) dengan piutang bersih rata rata.
π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› π‘ƒπ‘–π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” =
π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› πΎπ‘Ÿπ‘’π‘‘π‘–π‘‘ π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž
π‘ƒπ‘–π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž π‘…π‘Žπ‘‘π‘Ž − π‘…π‘Žπ‘‘π‘Ž

Bentuk umum dari rasio perputaran piutang adalah mengubahnya menjadi periode (waktu) penagihan
rata – rata (average collection periode) dalam satuan harian. Hal ini dilakukan dengan membagi rasio
perputaran piutang ke dalam 365 hari.

4. Perputaran Persediaan
Perputaran persediaan (inventory turnover) mengukur berapa kali rata-rata persediaan dijual selama
satu periode. Tujuannya adalah untuk mengukur likuiditas persediaan. Perputaran persediaan dihitung
dengan membagi harga pokok penjualan dengan persediaan rata-rata. Kecuali jika terdapat faktor
musiman yang signifikan, persediaan rata-rata dapat dihitung dari saldo persediaan awal dan akhir.

π‘π‘’π‘Ÿπ‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘‘π‘–π‘Žπ‘Žπ‘› =
π»π‘Žπ‘Ÿπ‘”π‘Ž π‘ƒπ‘œπ‘˜π‘œπ‘˜ π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘›
π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘‘π‘–π‘Žπ‘Žπ‘› π‘…π‘Žπ‘‘π‘Ž − π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Ž

Bentuk dari perputaran persediaan adalah jumlah dari rata-rata untuk menjual persediaan ( average
days to sell inventory).
Rasio profitabilitas
Rasio profitabilitas (profitability ratio)mengukur pendapatan atau keberhasilan operasi dari sebuah
perusahaan untuk periode waktu tertentu. Laba, atau kekurangannya,memengaruhi kemampuan
perusahaan untuk memperoleh perdanaan utang dan ekuitas. Hal tersebut juga memengaruhi posisi


likuiditas perusahaan dan kemampuan perusahaan untuk bertumbuh. Sebagai konsekuensinya, baik
kreditor maupun investor tertarik dengan mengevaluasi daya laba-profitabilitas. Profitabilitas sering kali
digunakan sebagai uji utama atas keefektivitasan operasi manajemen.

5. Margin Laba
Margin laba (profit margin) adalah pengukuran presentase setiap nilai penjualan yang menghasilkan
laba. Hal ini dihitung dengan membagi laba bersih dengan penjualan bersih. 
π‘€π‘Žπ‘Ÿπ‘”π‘–π‘› πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘  π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› =
πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž
π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž

Perusahaan dengan volume penjualan yang tinggi ( perputaran persediaan yang tinggi ) seperti toko
klontong dan toko diskon umumnya mengalami margin laba yang rendah. Sebaliknya, perusahaan
dengan voluime penjualan yang rendah seperti toko perhiasan atau pembuat pesawat terbang
memiliki margin laba tinggi.

6. Perputaran Aset
Perputara aset ( asset turnover)mengukur seberapa efisien sebuah perusahaan menggunakan asetnya
untuk memperoleh penjualan. Hal ini ditentukan dengan membagi penjualan bersih dengan setiap
dolar yang diinvestasikan pada aset. Kecuali terdapat faktor musiman yang signifikan, total aset ratarata
dapat
dihitung
dari
saldo
awal
dan
saldo
akhir
total
aset.

π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› 𝐴𝑠𝑒𝑑 =
π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž

Rasio perputara aset sangat beragam sesuai dengan industrinya.

𝐴𝑠𝑒𝑑 π‘…π‘Žπ‘‘π‘Ž − π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Ž

7. Pengembalian Atas Aset
Pengembalian atas aset (return on asset - ROA) adalah pengukuran secara keseluruhan atas
profitabilitas. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih dengan aset rata-rata.
π‘ƒπ‘’π‘›π‘”π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘™π‘–π‘Žπ‘› π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘  𝐴𝑠𝑒𝑑 =
πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž

8. Pengembalian atas Ekuitas Pemegang Saham Biasa
𝐴𝑠𝑒𝑑 π‘…π‘Žπ‘‘π‘Ž − π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Ž

Rasio profitabilitas lainnya digunakan secara luas adalah Pengembalian atas Ekuitas Pemegang Saham
Biasa ( return on common stockholders’ equity ). Rasio ini mengukur profitabilitas dari sudut pandang
pemegang saham biasa. Rasio ini menunjukan berapa banyak laba bersih dalam dolar yang diperoleh
dari setiap dolar yang diinvestasikan oleh para pemilik. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih
dengan ekuitas pemegang saham biasa rata-rata.

9. Laba Per Saham ( LSP )
π‘ƒπ‘’π‘›π‘”π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘™π‘–π‘Žπ‘› π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘  πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘  π‘ƒπ‘’π‘šπ‘’π‘”π‘Žπ‘›π‘” π‘†π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘š π΅π‘–π‘Žπ‘ π‘Ž =
πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž
πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘  π‘ƒπ‘’π‘šπ‘’π‘”π‘Žπ‘›π‘” π‘†π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘š π΅π‘–π‘Žπ‘ π‘Ž π‘…π‘Žπ‘‘π‘Ž − π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Ž

Laba Per Saham – LSP ( earning per share –ESP ) adalah pengukuran laba bersih yang diperoleh oleh
atas tisp lembar saham biasa. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa yang beredar selama setahun. Pengukuran laba bersih yang diperoleh pada
dasar per lembar saham memberikan sudut pandang yang bermanfaat umtuk menentukan
profitabilitas.

πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿ π‘†π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘š =
πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž
π‘…π‘Žπ‘‘π‘Ž − π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Ž π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘–π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘” π‘†π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘š π΅π‘–π‘Žπ‘ π‘Ž π΅π‘’π‘Ÿπ‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿ




Istilah “laba per saham“ dan “laba bersih per lembar saham” mengacu pada jumlah  laba bersih yang
dapat diberikan ke setiap lembar saham biasa. Jika ketika menghitung LSP terdapat divinden preferen
yang diumumkan pada periode tersebut, maka jumlah tersebut harus dikurangi dari laba bersih untuk
menentukan laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa.

10. Rasio Harga – Laba
Rasio harga-laba (price-earning ratio-P.E) adalah pengukuran yang sering dijadikan acuan atas rasio
harga pasar setiap lembar saham biasa terhadap laba per saham. Rasio Harga-laba (P.E) mencerminkan
penilaian investor terhadap laba perusahaan dimasa depan.

11. Rasio pembayaran
π‘…π‘Žπ‘ π‘–π‘œ π»π‘Žπ‘Ÿπ‘”π‘Ž − π‘™π‘Žπ‘π‘Ž =
π»π‘Žπ‘Ÿπ‘”π‘Ž π‘ƒπ‘Žπ‘ π‘Žπ‘Ÿ π‘π‘’π‘Ÿ πΏπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘Ÿ π‘†π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘š
πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿ πΏπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘Ÿ π‘†π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘š

Rasio pembayaran (payout ratio) mengukur presentase pendapatan yang didistribusikan dalam bentuk
dividen kas (tunai). Rasio ini dihitung dengan membagi dividen kas dengan laba bersih. Perusahaan
yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi umumnya memiliki rasio pembayaran yang rendah
karena mereka menginvestasikan kembali sebagaian besar dari laba bersihnya ke bisnis mereka.
π‘…π‘Žπ‘ π‘–π‘œ π‘ƒπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› =
𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 π‘˜π‘Žπ‘ 
π‘™π‘Žπ‘π‘Ž π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž


Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas (solvency ratio) mengukur kemampuan perusahaan untuk bertahan selama periode
waktu yang panjang. Kreditor jangka panjang dan para pemegang saham utamanya tertarik pada
kemampuan perusahaan untuk membayarkan kembali jumlah pokok utang pada saat jatuh tempo.

12. Rasio utang terhadap total aset
Rasio utang terhadap tota aset (debt to total assets ratio)mengukur presentase total aset yang
diberikan oleh para kreditor. Rasio dihitung dengan membagi total utang (baik kewajiban jangka
pendek maupun jangka panjang)dengan total aset. Mengindikasikan tingkat leverage perusahaan.
π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘Ÿβ„Žπ‘Žπ‘‘π‘Žπ‘ π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝐴𝑠𝑒𝑑 =
π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘”

13. Kelipatan Bunga yang Dapat Dibayarkan
π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝐴𝑠𝑒𝑑

Kelipatan bunga yang dapat dibayarkan (times interest earned) memberikan indikasi kemampuan
perusahaan untuk melunasi pembayaran bunga ketika jatuh tempo. Rasio ini dihitung dengan
membagi laba sebelum beban bunga dan pajak penghasilan dengan beban bunga. 
πΎπ‘’π‘™π‘–π‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π΅π‘’π‘›π‘”π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π·π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π·π‘–π‘π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘Ÿπ‘˜π‘Žπ‘›
=
πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘π‘’π‘™π‘’π‘š π‘ƒπ‘Žπ‘—π‘Žπ‘˜ π‘ƒπ‘’π‘›π‘”β„Žπ‘Žπ‘ π‘–π‘™π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘› π΅π‘’π‘π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘›π‘”π‘Ž
π΅π‘’π‘π‘Žπ‘› π΅π‘’π‘›π‘”π‘Ž


Keterbatasan Analisis Laporan Keuangan

Estimasi 
laporan keuangan mencangkup banyak estimasi angka. Estimasi digunakaan dalam menentukan penyisihan
piutang tiak tertagih, depresiasi periodik, biaya garansi, dan kerugian kontijensi . Seandainya estmaasiestmasi
ini
tidak
akurat,
maka
rasio
dan
presentase
keuangan
juga
tida
akurat.
Biaya
Laporan keuangan tradisional didasarkan pada biaya perolehan dan tidak disesuaikan dengan perubahan
tingkat harga. Perbandingan data keuangan yang tidak disesuaikan dari periode-periode yang berbeda
mungkin menjadi tidak valid karena adanya inflasi atau deflasi yang signifikan.

Metode Akuntansi alternatif
Perusahaan beragam dalam penggunaan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Keragaman
tersebut ddapat menyulitkan perbaningan.

Data yang Berbeda
Data akhir tahun pajak mungkin tiak sama dengan kondisi keuangan selama tahun tersebut.perusahaan
seringkali membuat akhir tahun pajak yang sesuai dengan titik rendah pada aktivitas operasi atau pada
tingkat persediaan. Maka beberapa saldo akun ( kas, piutang, utang an persediaan.) mungkin tidak
mewakili  saldo pada akun-akun selama tahun tersebut.

Keberagaman (Deversfikasi) Perusahaan
Keberagaman dalam lingkungan global juga membatasi kegunaan analisis keuangan. Banyak perusahaan
kini sangat beragam sehingga mereka tidak dapat digolongkan ke dalam satu industri tunggal- mereka telah
menjadi konglomerat yang sebenarnya. Perusahaan yang satu dengan yang lainnya tampak dapat
dperbaningkan tetapi sebenarnya tidak.  
 


No comments:

Post a Comment