NAUMI DESTRIANA
NPM : 15218259
1EA22
A. Pengertian Akutansi
A. Pengertian Akutansi
What is Accounting?
Akutansi dalam bahasa Inggris yaitu Accounting adalah mengidentifikasikan peristiwa peristiwa ekonomi yang relevan untuk bisnisnya.
Akutansi dalam bahasa Inggris yaitu Accounting adalah mengidentifikasikan peristiwa peristiwa ekonomi yang relevan untuk bisnisnya.
Akutansi terdiri dari 3 basic aktivitas yaitu:
1. Identification:mengidentifikasikan kegiatan kegiatan disuatu perusahaan.
2. Recording: mencatat semua akun akun
1. Identification:mengidentifikasikan kegiatan kegiatan disuatu perusahaan.
2. Recording: mencatat semua akun akun
3. Comunication: Mengkomunikasikan menggunakan alat alat yaitu laporan keuangan.
B. Penggunaan dan Kegunaan Akutansi:
Pengunaan dalam Akutansi ada 2:
1. Pengguna Intern
B. Penggunaan dan Kegunaan Akutansi:
Pengunaan dalam Akutansi ada 2:
1. Pengguna Intern
Manajer yang merencanakan, mengorganisasikan, dan menjalankan perusahaan.
2.Pengguna Ekstern
2.Pengguna Ekstern
Orang- orang atau organisasi - organisasi di luar perusahaan yang menginginkan informasi keuangan tentang perusahaan.
contohnya seperti:
- Investor / calon
- Karyawan
- Pemberi Pinjaman (Bank)
- Pemasok/kreditor lainnya
- Pelanggan
contohnya seperti:
- Investor / calon
- Karyawan
- Pemberi Pinjaman (Bank)
- Pemasok/kreditor lainnya
- Pelanggan
- Pemerintah
- Masyarakat
Kegunaan Akutansi yaitu:
1. Menyediakan info yang berkaitan dengan ekonomi perusahaan yang cocok untuk mengamati keputusan investasi - investasi juga kredit yang tepat.
2. Salah satu bentuk pertanggungjawaban manajer terhadap pemilih perusahaan juga investor
3. Menjadi Potret suatu perusahaan dari masa ke masa
C. Etika Akutansi Adalah Kebiasaan hidup yang baik/buruk pada diri seseorang
- Masyarakat
Kegunaan Akutansi yaitu:
1. Menyediakan info yang berkaitan dengan ekonomi perusahaan yang cocok untuk mengamati keputusan investasi - investasi juga kredit yang tepat.
2. Salah satu bentuk pertanggungjawaban manajer terhadap pemilih perusahaan juga investor
3. Menjadi Potret suatu perusahaan dari masa ke masa
C. Etika Akutansi Adalah Kebiasaan hidup yang baik/buruk pada diri seseorang
Etika Profesi Akutansi:
- Tanggung Jawab
- Kepentingan Publik
- Tanggung Jawab
- Kepentingan Publik
- Integritas
- Objektivitas
- Kompetensi dan kehati hatian profesional
- Kerahasiaan
- Kerahasiaan
- Perilaku Profesional
- Standar teknis
D. Langkah langkah Dalam Menganalisis Kasus dan situasi Etika
1. Mengenali situasi etika dan permasalahan etika yang ada
2. Mengidentifikasikan dan menganalisis komponen komponen utama dalam berbagai situasi
3. Identifikasi berbagai alternatif, dan pikirkanlah dampak dari setiap alternatif pada beberapa pihak pemangku kepentingan.
Standar Akutansi:
- International Financial Reporting Standards (IFRS) 4 lebih dari 130 negara di dunia
- Financial Accounting Principles (GAAP) sebagai besar perusahaan di Amerik Serikat.
E. Prinsip Prinsip Akutansi Yang Berlaku Umum atau konvensi aturan aturan dan prosedur yang diperlukan untuk membatasi praktk akutansi yang berlaku umum di wilayah dan saat tertentu , contohnya : IAIC ( Ikatan Akunran Indonesia) .
Ada 10 Prinsip:
1. Prinsip Entitas Ekonomi
diartikan sebagai konsep kesatuan usaha. Dengan kata lain akuntansi menganggap bahwa perusahaan merupakan sebuah kesatuan ekonomi yang berdiri sendiri dan terpisah dengan entitas ekonomi lain bahkan dengan pribadi pemilik.
2. Prinsip Periode Akutansi
penilaian dan pelaporan keuangan perusahaan yang dibatasi oleh periode waktu tertentu.
Misalnya sebuah perusahaan menjalankan usahanya berdasarkan periode akuntansi, mulai pada tanggal 1 Februari hingga tanggal 31Maret.
Misalnya sebuah perusahaan menjalankan usahanya berdasarkan periode akuntansi, mulai pada tanggal 1 Februari hingga tanggal 31Maret.
3. Prinsip Satuan Moneter pencatatan transaksi hanya dinyatakan dalam bentuk mata uang dan tanpa melibatkan hal-hal non kualitatis
4. Prinsip Biaya Hiatoris mengharuskan setiap barang atau jasa yang diperoleh kemudian dicatat berdasarkan semua biaya yang dikeluarkan dalam mendapatkannya.
5. Prinsip Kesinambungan Usaha bahwa sebuah entitas ekonomi atau bisnis akan berjalan secara terus-menerus atau berkesinambungan tanpa ada pembubaran atau penghentian kecuali terdapat peristiwa tertentu yang bisa menyanggahnya.
6. Prinsip Pengungkapan Penuh Laporan keuangan harus mempunyai prinsip pengungkapan penuh dalam menyajikan informasi yang informatif serta dimaklumkan sepenuhnya.
7. Prinsip Pengakuan Pendapatan Pendapatan diakui ketika ada kepastian tentang jumlah atau nominal baik besar/kecil yang bisa diukur secara tepat dengan harta yang diperoleh dari transaksi penjualan barang maupun jasa.
8. Prinsip Mempertemukan biaya yang dipertemukan dengan pendapatan yang diterima dengan tujuan menentukan besar/kecilnya laba bersih setiap periode
9. Prinsip Konsistensi Agar laporan keuangan yang dihasilkan dapat dibandingkan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya sehingga bisa memberikan manfaat lebih bagi penggunanya.
10. Prinsip Materialitas Semuanya diterapkan sesuai dengan ranah akuntansi yang orientasinya kepada pengguna laporan keuangan.
No comments:
Post a Comment